Salat Istisqa Digelar di Kapuas, Warga Memohon Hujan di Tengah Kemarau

Salat Istisqa Digelar di Kapuas, Warga Memohon Hujan di Tengah Kemarau

JAJARAN Polres Kapuas, Kemenag Kapuas dan tokoh agama dan masyarakat pada pelaksanaan Salat Istisqa di Kuala Kapuas.| foto : istimewa

KUALA KAPUAS – Salat Istisqa digelar di Lapangan Bukit Ngalangkang, Kuala Kapuas, Minggu (30/8/2026) pagi, untuk memohon turunnya hujan menyusul kondisi kemarau dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan hingga terdampak kabut asap.

Kegiatan tersebut digelar Pemerintah Kabupaten Kapuas bersama Kepolisian Resor Kapuas dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas. Masyarakat dari berbagai unsur turut mengikuti salat dan doa bersama.

Pelaksanaan Salat Istisqa bertepatan dengan 17 Rabiulawal 1448 Hijriah. Kegiatan berlangsung di tengah kondisi kemarau yang mulai berdampak terhadap lingkungan dan lahan pertanian.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Achmad Farichin, mengatakan Salat Istisqa merupakan ikhtiar untuk memohon kepada Allah Swt. agar hujan segera turun.

“Salat Istisqa dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon kepada Allah Swt. agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan, sekaligus memberikan keselamatan dan perlindungan dari dampak kekeringan,” kata Farichin.

Ia berharap doa yang dipanjatkan bersama dikabulkan dan hujan segera turun di wilayah Kapuas.

“Mudah-mudahan kabul dan segera turun hujan, Aamiin,” ujarnya.

Kondisi kemarau membuat kebutuhan terhadap hujan semakin besar. Selain menjaga ketersediaan air, hujan diharapkan dapat membantu mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan ketika tanah dan vegetasi semakin kering.

Kemarau juga menjadi perhatian bagi sektor pertanian. Lahan yang mulai mengering dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan meningkatkan risiko kerugian petani jika kondisi tersebut berlangsung lebih lama.

Salat Istisqa dan doa bersama menjadi ikhtiar masyarakat Kapuas di tengah musim kemarau yang masih berlangsung.[zulkifli]
Lebih baru Lebih lama