KUALA KAPUAS – Permainan Besey Kambe menjadi atraksi utama dalam Festival Besey Kambe Volume I yang digelar di kawasan Anjir Lake, Handel Habib, Desa Anjir Serapat Baru, Kecamatan Kapuas Timur, Sabtu (29/8/2026).
Festival yang berlangsung di kawasan D’Silva Cafe tersebut memadukan olahraga tradisional, kesenian dan kuliner lokal. Kegiatan ini sekaligus memperkenalkan potensi wisata berbasis alam dan kearifan lokal di wilayah Kapuas Timur.
D’Silva Cafe merupakan destinasi wisata kuliner dan agrowisata berbasis alam yang berada di kawasan Handel Habib Kilometer 8, Desa Anjir Serapat Baru. Lokasinya yang berada di kawasan perairan dan lingkungan pedesaan menjadi salah satu pendukung pelaksanaan festival.
Besey Kambe atau “Dayung Hantu” merupakan permainan tradisional khas Kalimantan Tengah. Permainan ini berkaitan dengan legenda masyarakat Dayak tentang dua kambe atau hantu yang mendayung perahu ke arah berlawanan.
Dalam praktiknya, Besey Kambe dimainkan sebagai permainan ketangkasan di atas air. Dua peserta atau tim beradu kekuatan menggerakkan perahu ke arah masing-masing. Permainan tersebut menyerupai tarik tambang, namun dilakukan menggunakan perahu.
Di Festival Besey Kambe Volume I, permainan tersebut dipertandingkan sebagai agenda utama. Selain itu, lomba menyipet dan bagasing ditampilkan sebagai ekshibisi. Tarian penyambutan dan kuliner khas daerah turut mengisi rangkaian acara.
Mewakili Bupati Kapuas H. M. Wiyatno, Staf Ahli Bupati Kapuas Budi Kurniawan menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan festival tersebut.
Menurut Budi, kegiatan itu menjadi salah satu cara untuk menggali potensi wisata dari permainan tradisional dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
“Ini merupakan penggalian potensi. Ke depan bisa diagendakan sebagai promosi wisata melalui kegiatan tahunan,” kata Budi.
Ia mengatakan permainan tradisional perlu terus diberi ruang agar tetap dikenal dan dimainkan masyarakat, terutama generasi muda.
“Bagi peserta ini akan menjadi ajang untuk menyalurkan bakat sekaligus upaya melestarikan kearifan lokal. Ini upaya pelestarian budaya, jangan sampai tergerus oleh teknologi,” ujarnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kapuas Santoso menilai lokasi pelaksanaan festival cukup mendukung.
“Walaupun tanpa dukungan pemerintah daerah, kegiatan hari ini bisa dilaksanakan. Itu luar biasa. Tempatnya juga sangat mendukung dan representatif,” kata Santoso.
Menurutnya, Festival Besey Kambe berpeluang dikembangkan menjadi kegiatan tahunan sekaligus daya tarik wisata baru di kawasan Kapuas Timur.
Ketua panitia sekaligus Ketua HIPMI Kabupaten Kapuas Muhammad Rexy Azmi mengatakan festival tersebut memang diarahkan untuk kembali digelar pada tahun-tahun berikutnya.
“Kita harapkan bisa menjadi event tahunan. Harapan kita agar olahraga yang merupakan kearifan lokal ini tetap ada dan lestari,” ujarnya.
Selain pertandingan Besey Kambe, festival diisi ekshibisi menyipet dan bagasing. Sementara sektor ekonomi kreatif menghadirkan live cooking kenta, salah satu masakan khas daerah.
Rangkaian kegiatan diawali tarian penyambutan dari Sanggar Tinggang Menteng Pahunujung Tarung pimpinan Erliansyah. Unsur pemerintah, TNI-Polri, tokoh masyarakat, kepala desa, karang taruna dan masyarakat Kapuas Timur turut hadir.
Di arena pertandingan, SMAN 1 Kapuas Hilir keluar sebagai juara pertama Festival Besey Kambe Volume I. Anjir Mambulau Barat meraih juara kedua, sedangkan Kupang 4 Kecamatan Bataguh menempati posisi ketiga.
Festival perdana tersebut memberi ruang bagi Besey Kambe untuk tampil sebagai atraksi budaya di kawasan Anjir Lake. Dengan dukungan lokasi wisata seperti D’Silva Cafe, kegiatan serupa berpeluang dikembangkan sebagai agenda yang menggabungkan budaya, wisata alam, kuliner dan ekonomi kreatif di Kapuas Timur.
Rexy berharap festival tersebut dapat terus digelar sehingga permainan tradisional Besey Kambe tetap lestari dan potensi lokal Kapuas Timur semakin dikenal.[zulkifli]
Tags
kapuas
