PARINGIN — Madu kelulut Desa Balida kini bukan lagi sekadar dijual mentah. Mahasiswa program Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) 2026 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin (UMBJM) berhasil mengolahnya menjadi tiga varian produk baru yang siap jual, Jumat (21/8/2026).
Inovasi ini diharapkan menjadi produk unggulan sekaligus penggerak ekonomi warga Desa Balida, Kecamatan Paringin, Kabupaten Balangan.
Kegiatan pengembangan produk yang diberi nama KELUMI (Kelulut Madu Balida) ini digelar 15 Agustus 2026, diikuti 28 peserta dari BUMDes Usaha Mulia dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Program ini mendapat dukungan hibah pengabdian masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek).
Tiga varian yang diperkenalkan KELUMI Gummy, KELUMI Wedang, dan KELUMI Cookies. Semuanya menjadikan madu kelulut sebagai bahan utama, sehingga potensi lokal yang selama ini dijual mentah kini memiliki nilai tambah yang jauh lebih tinggi.
Pelatihan dan pendampingan diberikan langsung oleh apt Herda Ariyani, MFarm dari UMBJM. Ia tidak hanya mengajarkan cara produksi, tetapi juga membangun pola pikir masyarakat untuk melihat madu kelulut sebagai identitas dan kebanggaan Desa Balida.
Lewat inovasi ini, KELUMI diharapkan mampu memperkuat ekonomi kreatif desa sekaligus mendukung pengembangan desa wisata yang sedang digarap di wilayah tersebut.[mta/adv]
Tags
balangan
