DPD RI hingga Pemda Kapuas Deklarasikan Komitmen Bersama Sahabat Anak

DPD RI hingga Pemda Kapuas Deklarasikan Komitmen Bersama Sahabat Anak

PENANDATANGANAN Komitmen Bersama Sahabat Anak melibatkan unsur pemerintah, legislatif, ormas, dunia usaha, komunitas pada rangkaian kegiatan Senam Sahabat Anak.| foto : istimewa

KUALA KAPUAS – Komitmen untuk mewujudkan Kabupaten Kapuas yang lebih ramah dan aman bagi anak terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut ditandai dengan Penandatanganan Komitmen Bersama Sahabat Anak yang melibatkan unsur pemerintah, legislatif, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat dalam rangkaian kegiatan Senam Sahabat Anak 2026, Minggu (2/8/2026).

Penandatanganan komitmen menjadi simbol bahwa perlindungan anak dan pencegahan perkawinan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Komitmen ini diharapkan menjadi landasan untuk memperkuat kerja sama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pemenuhan hak-hak anak serta mendorong tumbuh kembang anak secara optimal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah Dr. (c) Hj. Siti Aseanti, S.ST., M.Keb., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Kapuas dr. Tri Setyautami, MPHM., Anggota DPRD Kabupaten Kapuas Masliana, S.Pd., Bunda INKLUSI Kabupaten Kapuas, Ketua TP-PKK Kecamatan Selat, Kepala Bidang Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak DP3APPKB Kabupaten Kapuas, perwakilan PUSPAGA Kabupaten Kapuas, perwakilan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kapuas, Ketua Kadin Kabupaten Kapuas sekaligus Owner The Permata Inn Ballroom, serta berbagai unsur organisasi masyarakat dan komunitas.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut memperlihatkan semakin kuatnya dukungan terhadap upaya perlindungan anak di Kabupaten Kapuas. Sinergi yang dibangun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui kebijakan, program, edukasi, dan aksi nyata yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Dalam sambutannya, Anggota DPD RI/MPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Tengah, Dr. (c) Hj. Siti Aseanti, S.ST., M.Keb., mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan pemenuhan hak-hak anak sebagai tanggung jawab bersama, dimulai dari lingkungan keluarga.

"Anak-anak adalah masa depan kita. Karena itu, saya mengajak seluruh orang tua, khususnya para ibu, untuk bersama-sama menjaga dan memenuhi hak-hak anak. Berikan kasih sayang, pendidikan yang baik, serta tanamkan nilai-nilai agama sejak dini sebagai bekal mereka menghadapi masa depan. Kepada anak-anak yang hadir hari ini, jangan pernah berhenti bermimpi dan teruslah berkarya. Gantungkan cita-cita setinggi mungkin, karena masa depan bangsa ada di tangan kalian."

Mengakhiri sambutannya, Dr. Siti Aseanti menyampaikan sebuah pantun yang mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga amanah dalam melindungi anak.

Sementara itu, Field Coordinator Program INKLUSI Kabupaten Kapuas, Aulia Pusfita Sari, menjelaskan bahwa Penandatanganan Komitmen Sahabat Anak merupakan bagian dari upaya membangun gerakan bersama yang melibatkan seluruh unsur masyarakat dalam pencegahan perkawinan anak.

"Melalui komitmen ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa menjadi Sahabat Anak bukan hanya sebuah slogan, tetapi sebuah tindakan nyata. Ketika pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat menyatakan komitmen yang sama, maka kita sedang memperkuat gerakan bersama untuk mencegah perkawinan anak dan memastikan setiap anak memperoleh hak-haknya".

Menurut Aulia, kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam membangun sistem perlindungan anak yang berkelanjutan. Setiap pihak memiliki peran sesuai kapasitasnya, mulai dari menyusun kebijakan, memberikan layanan, melakukan edukasi, hingga menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.

Penandatanganan komitmen dilakukan di hadapan ratusan peserta Senam Sahabat Anak 2026 sebagai ajakan kepada masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam Gerakan Sahabat Anak. Selain mengikuti senam bersama, peserta juga memperoleh edukasi mengenai hak-hak anak, pengasuhan positif, serta pentingnya mencegah perkawinan anak sejak dari lingkungan keluarga.

Melalui Gerakan Sahabat Anak, Program INKLUSI bersama seluruh mitra berharap komitmen yang telah dibangun dapat terus diwujudkan dalam berbagai kebijakan, program, dan aksi nyata di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten. 

Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah, legislatif, organisasi masyarakat sipil, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, diharapkan Kabupaten Kapuas semakin mampu menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung setiap anak untuk tumbuh, belajar, serta meraih masa depan yang lebih baik.[zulkifli]
Lebih baru Lebih lama