LONJAKAN kasus disertai ancaman kekeringan di enam kecamatan mendorong Pemkab mengerahkan langkah darurat.| foto : istimewa
PARINGIN — Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Balangan kian nyata. Wilayah ini memang dikenal punya risiko tinggi, karena jenis lahannya dan kebiasaan warga yang masih membakar lahan saat membuka areal baru. Kini datanya makin memburuk.
Sampai 11 Agustus 2026, BPBD Balangan mencatat ada 17 kali kejadian Karhutla dengan luas lahan hangus mencapai 29,7 hektare. Bandingkan dengan tahun lalu yang hanya 7 kejadian angka ini naik lebih dari dua kali lipat. Lampihong jadi kecamatan paling sering terbakar.
Situasi makin berat karena musim kemarau sedang ekstrem. BMKG menyebut Agustus hingga September adalah puncaknya, dan kekeringan siap menyusul. Tak hanya api, air juga jadi masalah.
“Karena itu, status siaga darurat kita tetapkan. Semua penanganan harus lebih ketat dan terus-menerus,” ujar Kepala BPBD Balangan, H Rahmi, Rabu (12/8/2026).
Enam kecamatan sudah masuk zona rawan kekeringan: Batumandi 9 titik, Halong 7 titik, Juai dan Paringin Selatan masing-masing 4 titik, Awayan 2 titik, serta Paringin 1 titik. Sungai mulai dangkal, debit air turun.
Pemkab sudah bergerak cepat. Koordinasi dengan PDAM sudah dilakukan agar pasokan air bersih di wilayah rawan tetap aman.
“Kita pastikan warga tetap mendapat air bersih meski musim kemarau,” kata Rahmi.[mta/adv]
Tags
balangan
