Pemkab Kapuas Pacu Infrastruktur dan Pertanian, Wiyatno Paparkan Progres di Hadapan Tim Wasev

Pemkab Kapuas Pacu Infrastruktur dan Pertanian, Wiyatno Paparkan Progres di Hadapan Tim Wasev

BUPATI Kapuas HM Wiyatno saat menyambut Tim Wasev TMMD.| foto : istimewa

KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas HM Wiyatno memaparkan percepatan pembangunan infrastruktur dan sektor pertanian saat menerima kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TMMD Reguler ke-129 di Gedung Serbaguna Desa Warnasari, Kecamatan Tamban Catur, Rabu (29/7/2026). Sejumlah proyek jalan, akses menuju Pelabuhan Laut Batanjung, hingga pengembangan kawasan pertanian menjadi fokus pembangunan yang tengah dipacu pemerintah daerah.

Di hadapan Tim Wasev dari Mabes TNI AD dan Kodam XII/Tanjungpura yang dipimpin Kolonel Inf Denny Noviandi serta jajaran Forkopimda, Wiyatno menyampaikan Tamban Catur menjadi salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Kapuas. Kecamatan yang memiliki 12 desa dengan mayoritas penduduk transmigran itu terus mendapat perhatian melalui pembangunan infrastruktur.

"Tahun ini kami menjalankan program satu miliar satu desa. Fokusnya untuk peningkatan jalan desa," ujar Wiyatno.

Menurutnya, Desa Bandar Raya mendapat dukungan ganda. Selain menerima alokasi program satu miliar satu desa, desa tersebut juga menjadi lokasi pelaksanaan TMMD Reguler ke-129.

Pemkab Kapuas, lanjut dia, juga mempercepat peningkatan sejumlah ruas jalan. Salah satunya proyek pelebaran dan peningkatan jalan sepanjang 10 kilometer di Kecamatan Kapuas Timur dengan anggaran hampir Rp10 miliar. Ruas itu ditargetkan mulai difungsikan pada Desember 2026.

Pembangunan jalan penghubung melalui Desa Jangkit yang menghubungkan Kecamatan Bataguh, Tamban Catur hingga Kolam Kiri pun terus dikebut. Sejumlah box culvert di jalur tersebut ikut ditingkatkan untuk memperlancar mobilitas masyarakat.

Selain itu, pemerintah daerah sedang menuntaskan pembangunan akses menuju Pelabuhan Laut Batanjung sepanjang 29 kilometer.

"Mudah-mudahan akhir tahun ini bisa kita selesaikan, sehingga akses menuju Pelabuhan Batanjung sudah bisa dimanfaatkan," katanya.

Di sektor pertanian, Wiyatno mengatakan Kabupaten Kapuas baru saja menggelar panen raya di lahan hampir 25 ribu hektare. Pemerintah juga menjalankan program cetak sawah swakelola tipe 2 seluas 9.000 hektare guna memperkuat produksi pangan.

Dukungan pemerintah pusat, lanjutnya, mulai dirasakan melalui bantuan 480 unit hand tractor, 69 rotavator, pompa air, dan hand sprayer dari Kementerian Pertanian. Namun, kebutuhan alat pascapanen masih menjadi pekerjaan rumah.

"Kami masih kekurangan combine harvester dan rice milling unit di beberapa wilayah. Mudah-mudahan bantuan dari pemerintah pusat bisa segera terealisasi agar hasil panen petani dapat ditangani lebih baik," ucapnya.

Usai kegiatan penyambutan, Tim Wasev meninjau pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 1011/Kuala Kapuas di Desa Bandar Raya. Peninjauan dilakukan terhadap sasaran fisik maupun nonfisik yang dikerjakan Satgas TMMD bersama masyarakat untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai rencana.

Kunjungan tersebut turut didampingi Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf Deky Feberianto, Kapolres Kapuas AKBP Rina Perwitasari, jajaran Forkopimda, Kepala Dinas PUPR Hargatin, para camat, kepala desa, perangkat desa, serta ratusan mahasiswa yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN).[zulkifli]
Lebih baru Lebih lama