PALANGKA RAYA - Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap capaian pendapatan daerah Kalimantan Tengah yang hingga pertengahan tahun 2026 dinilai masih sangat minim.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat pencapaian target Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada akhir tahun.
Pernyataan itu disampaikan Junaidi setelah pihak legislatif melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama jajaran terkait untuk mengevaluasi perkembangan realisasi pendapatan daerah.
Dari hasil pembahasan tersebut, capaian pendapatan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah disebut masih jauh dari target yang telah ditetapkan.
Menurut Junaidi, berdasarkan hasil RDP yang digelar pada minggu pertama Juni 2026, realisasi pendapatan daerah Provinsi Kalteng baru mencapai angka 32 persen.
Persentase tersebut dianggap cukup rendah jika dibandingkan dengan target yang harus dicapai hingga akhir tahun anggaran berjalan.
Ia menyebut kondisi ini cukup memprihatinkan karena waktu efektif pelaksanaan anggaran kini semakin terbatas.
Pemerintah daerah, kata dia, hanya memiliki sisa waktu sekitar lima bulan efektif hingga November untuk memaksimalkan pendapatan agar target APBD dapat terpenuhi secara optimal.
“Kita memang agak bersedih, kita kemarin sudah RDP, kalau tidak salah minggu pertama Juni kemarin. Dari hasil RDP tersebut hasil capaian pendapatan kita baru 32 persen,” ujar Junaidi, Jumat (26/6/2026).
Kekhawatiran tersebut muncul karena rendahnya realisasi pendapatan berpotensi berdampak langsung pada pelaksanaan program pembangunan daerah.
Jika pemasukan daerah tidak meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan, sejumlah agenda pembangunan yang telah direncanakan bisa terganggu.
Selain itu, tidak tercapainya target pendapatan juga dapat memengaruhi efektivitas pengelolaan APBD secara keseluruhan.
Pemerintah daerah dituntut segera melakukan evaluasi terhadap sektor-sektor penyumbang pendapatan agar potensi penerimaan yang ada dapat dimaksimalkan.
Junaidi berharap pemerintah provinsi bersama seluruh organisasi perangkat daerah terkait segera mengambil langkah strategis untuk mempercepat peningkatan pendapatan daerah.
"Kerja maksimal dalam sisa waktu yang ada agar target APBD Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2026 dapat tercapai hingga 100 persen pada akhir periode anggaran," pungkasnya.[andre]
Tags
DPRD kalteng
