Fraksi NasDem DPRD Kalteng Soroti Ketergantungan Fiskal Meski PAD 2025 Tunjukkan Kinerja Positif

Fraksi NasDem DPRD Kalteng Soroti Ketergantungan Fiskal Meski PAD 2025 Tunjukkan Kinerja Positif

PALANGKA RAYA – Fraksi Partai NasDem di DPRD Kalimantan Tengah menilai kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada Tahun Anggaran 2025 menunjukkan capaian yang cukup baik dan mencerminkan peningkatan dalam pengelolaan penerimaan daerah.

Penilaian tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi Partai NasDem, Bryan Iskandar, dalam Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kalteng, Kota Palangka Raya, beberapa hari yang lalu.

Bryan mengungkapkan bahwa realisasi PAD Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sepanjang Tahun Anggaran 2025 mencapai angka 97,38 persen dari target yang telah ditetapkan, atau setara dengan Rp2,646 triliun.

Capaian tersebut dinilai sebagai indikator positif yang menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam memaksimalkan potensi pendapatan internal daerah melalui berbagai sektor penerimaan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi.

Meski demikian, Fraksi Partai NasDem menilai struktur pendapatan daerah saat ini masih belum sepenuhnya mandiri karena ketergantungan terhadap transfer anggaran dari pemerintah pusat masih tergolong cukup tinggi.

Hal itu terlihat dari realisasi Pendapatan Transfer yang mencapai Rp4,539 triliun atau sebesar 108,77 persen, angka yang jauh lebih besar dibandingkan kontribusi PAD terhadap keseluruhan pendapatan daerah.

Menurut Bryan, kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah agar mulai menyiapkan strategi jangka panjang guna memperkuat kemandirian fiskal daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

“Karena itu, Fraksi Partai NasDem menyarankan Pemerintah Daerah menyusun peta jalan atau roadmap untuk meningkatkan kemandirian fiskal secara bertahap melalui intensifikasi pajak daerah, digitalisasi retribusi, serta optimalisasi kinerja BUMD,” ujar Bryan, Jumat (26/6/2026).[andrei]
Lebih baru Lebih lama