MARTAPURA — Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan (SMK-PP) Negeri Banjarbaru mengikuti kegiatan tanam padi menggunakan drone di lokasi program Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (25/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya percepatan tanam sekaligus peningkatan kompetensi siswa dan mahasiswa vokasi dalam pemanfaatan teknologi pertanian modern. Peserta yang terlibat terdiri dari siswa jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) SMK-PP Negeri Banjarbaru serta mahasiswa magang dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa dan Bogor.
Program CSR yang digagas Kementerian Pertanian bertujuan meningkatkan produksi padi melalui optimalisasi lahan baru. Dalam pelaksanaannya, penggunaan teknologi seperti drone dinilai mampu meningkatkan efisiensi kerja, mempercepat proses tanam, serta menekan biaya operasional.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menegaskan pentingnya modernisasi pertanian melalui pemanfaatan teknologi. Menurutnya, transformasi dari sistem konvensional menuju pertanian berbasis teknologi menjadi kunci peningkatan produktivitas nasional.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa program CSR merupakan langkah strategis dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
“Lahan yang telah dicetak harus segera ditanami. Sinergi berbagai pihak perlu terus diperkuat untuk menjaga keberlanjutan produksi dan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujarnya.
Kegiatan tanam ini juga dihadiri Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Mohammad Amin, yang meninjau langsung penggunaan drone dalam proses tebar benih.
Menurut Amin, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung pertanian modern. Ia menekankan bahwa pemanfaatan teknologi harus diiringi dengan peningkatan kompetensi petani dan generasi muda pertanian.
“Pendidikan vokasi harus selaras dengan perkembangan teknologi. Praktik penggunaan drone ini merupakan bagian dari pembelajaran berbasis teaching factory,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, penyuluh pertanian Provinsi Kalimantan Selatan, tim penyuluh kabupaten, serta pengurus Brigade Pangan Serumpun Jaya yang terlibat langsung dalam proses tanam.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P., menambahkan bahwa program CSR juga menjadi sarana transfer teknologi kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang tergabung dalam Brigade Pangan.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong adopsi teknologi pertanian sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan praktik lapangan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan modernisasi pertanian di daerah semakin cepat terwujud, sekaligus mendukung peningkatan produksi pangan nasional secara berkelanjutan.[adv]
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
