KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar pentas tari lokal dalam rangka memperingati Hari Tari Sedunia 2026. Kegiatan bertema “Mausung Budaya, Batari Sabanua” tersebut berlangsung di Panggung Akrab Objek Wisata Siring Laut, Sabtu (25/4/2026) malam.
Acara dihadiri Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, S.Sos yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I) Sekretariat Daerah Kotabaru, H. Minggu Basuki, M.AP, Kepala Disdikbud Kotabaru Akhmad Romansyah, S.Pd., M.AP, serta sejumlah kepala SKPD, Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kotabaru, pimpinan sanggar seni, dan para pelaku seni.
Pentas tari ini digelar untuk memeriahkan Hari Tari Sedunia yang diperingati setiap 29 April. Sebanyak 138 peserta ambil bagian, terdiri dari sanggar tari tradisional Banjar, tari kreasi, dua sekolah tingkat SD, empat SMP, tiga SMA, serta delapan sanggar seni/komunitas seni di Kotabaru.
Dalam sambutannya, Bupati Kotabaru melalui Minggu Basuki menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya, khususnya seni tari sebagai bagian dari identitas daerah.
“Melalui kegiatan ini, tidak hanya menampilkan keindahan seni, tetapi juga memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi Disdikbud Kotabaru dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas sekaligus menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi.
“Momentum Hari Tari Sedunia ini diharapkan dapat mendorong pelestarian seni dan budaya daerah, mempererat persatuan, serta memperkenalkan kekayaan budaya Kotabaru ke tingkat yang lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kotabaru Akhmad Romansyah mengatakan, pagelaran tari menjadi sarana untuk membuka ruang ekspresi serta meningkatkan minat dan bakat siswa maupun pelaku seni di sekolah dan sanggar.
“Menari bukan sekadar gerakan, tetapi juga bentuk perayaan kebersamaan. Setiap langkah adalah ekspresi kebebasan dan keindahan,” katanya.
Ia menambahkan, tari merupakan bahasa universal yang mampu menyatukan berbagai kalangan.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada pelaku seni, khususnya di bidang tari, sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan komunitas seni.
“Kami berharap kegiatan positif seperti ini terus ditingkatkan dengan menghadirkan inovasi yang beragam sebagai upaya melestarikan seni di Kabupaten Kotabaru,” pungkasnya.[zainuddin]
Tags
kotabaru
