MARTAPURA — Aksi nyata generasi muda pertanian kembali menggema. Sebanyak 25 siswa SMK-PP Negeri Banjarbaru turun langsung ke lapangan dalam program percepatan Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang digelar di Desa Gudang Tengah, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Kamis (9/4/2026).
Keterlibatan siswa ini bukan sekadar simbolis, tetapi menjadi bukti bahwa generasi muda siap menjadi motor penggerak transformasi sektor pertanian Indonesia. Program ini merupakan bagian dari gerakan nasional untuk membuka lahan sawah baru demi memperkuat ketahanan pangan.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam mendorong percepatan pembangunan pertanian berbasis inovasi.
“Mahasiswa dan siswa pertanian adalah energi baru. Mereka membawa teknologi, semangat, dan kreativitas yang mampu mempercepat swasembada pangan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, yang menekankan bahwa siswa SMK-PP dan mahasiswa Polbangtan dipersiapkan menjadi SDM pertanian yang adaptif, profesional, dan siap menghadapi tantangan global.
Di lokasi kegiatan, lahan seluas 70 hektare yang sebelumnya belum produktif kini mulai disulap menjadi area persawahan baru. Program ini melibatkan Brigade Pangan Serumpun Jaya serta dukungan pemerintah daerah.
Para petani bersama siswa menanam berbagai varietas unggul, mulai dari padi nasional Inpari 32 hingga varietas lokal andalan seperti siam madu, siam rukut, dan rundun yang telah terbukti adaptif di lahan setempat. Sebanyak 15 petani akan mengelola lahan ini secara berkelanjutan.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyebut kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran nyata bagi siswa untuk mengaplikasikan ilmu sekaligus mengasah keterampilan lapangan.
Sementara itu, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P., menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung program strategis nasional.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kami siap berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan melalui aksi langsung di lapangan,” ujarnya.
Melalui kolaborasi antara siswa, petani, penyuluh, dan pemerintah, program Cetak Sawah Rakyat diharapkan mampu menjadi lompatan besar menuju kemandirian pangan Indonesia yang berkelanjutan.[adv]
Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru
