BANJARBARU – Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru sebagai Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian kembali menyelenggarakan Uji Sertifikasi Kompetensi Bidang Pertanian bagi siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026.
Sebanyak 82 siswa mengikuti asesmen yang berlangsung selama empat hari, mulai Senin (13/4/2026) hingga Kamis (16/4/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan kampus serta lahan praktik SMK-PP Negeri Banjarbaru.
Pada pelaksanaan kali ini, terdapat tiga skema sertifikasi yang diujikan, yakni skema pemeliharaan tanaman hidroponik untuk kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), skema mandor kebun kelapa sawit untuk Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), serta skema pembuatan selai buah nanas untuk kompetensi keahlian Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Pertanian dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pertanian. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya menyiapkan generasi muda agar siap terjun ke sektor pertanian melalui pendidikan vokasi.
“Pertanian adalah sektor strategis yang menjamin ketahanan pangan dan kesejahteraan bangsa. Generasi muda harus dibekali keterampilan yang mumpuni agar mampu menghadapi tantangan dan peluang di bidang pertanian modern. Melalui pendidikan vokasi dan uji kompetensi, kita mencetak tenaga kerja yang siap bekerja sekaligus berwirausaha,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa uji kompetensi menjadi instrumen penting dalam meningkatkan daya saing lulusan SMK pertanian.
“Melalui uji kompetensi, kita memastikan peserta didik memiliki keterampilan sesuai standar industri. Ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja sektor pertanian,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menyampaikan bahwa penguatan SDM merupakan kunci keberhasilan pembangunan pertanian. Ia berharap lembaga pendidikan vokasi seperti SMK-PP mampu melahirkan generasi muda yang inovatif, adaptif, dan siap kerja.
Sertifikasi kompetensi ini mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementerian Pertanian. Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan di Tempat Uji Kompetensi (TUK), salah satunya di SMK-PP Negeri Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Pada acara penutupan yang digelar Kamis (16/4/2026), salah satu asesor, Arif Wicaksono, mewakili tim asesor menyampaikan bahwa seluruh peserta dinyatakan kompeten.
“Dari 82 asesi yang mengikuti uji kompetensi, seluruhnya direkomendasikan kompeten,” ungkapnya.
Wakasek Kurikulum, Airin Nurmarita mewakili Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas capaian para siswa. Ia berharap hasil ini menjadi bekal penting dalam menapaki masa depan di sektor pertanian.
“Hari ini kalian dinyatakan kompeten sesuai bidang keahlian masing-masing. Semoga kalian dapat menjadi generasi penerus pembangunan pertanian Indonesia,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa sertifikasi ini menjadi nilai tambah selain ijazah, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja dan industri.
Sebagai informasi, 82 peserta terdiri dari tiga kompetensi keahlian, yaitu 32 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 29 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), serta 21 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).[adv]
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
