​Dari "Simpang Camuh" Jadi Ruang Estetik, Taman Adipura Kini Jadi Magnet Baru Warga Kapuas

​Dari "Simpang Camuh" Jadi Ruang Estetik, Taman Adipura Kini Jadi Magnet Baru Warga Kapuas

SUASANA Taman Adipura di Kuala Kapuas menjelang malam hari.| foto : zulkifli 

​KUALA KAPUAS – Wajah perkotaan Kuala Kapuas kini kian berbenah. Sebuah "kado istimewa" hadir bagi masyarakat setempat seiring tuntasnya pembangunan Taman Adipura di kawasan Simpang Lima. Lokasi yang dulunya akrab dijuluki "Simpang Camuh" karena kesemrawutannya, kini telah bertransformasi total menjadi ruang publik yang estetik, modern, dan multifungsi.

​Berada di titik strategis yang mempertemukan Jalan Tambun Bungai, Jalan Pemuda, dan Jalan Tjilik Riwut, taman ini kini tampil pangling. Fasilitasnya pun terbilang lengkap, mulai dari air mancur yang menyejukkan mata, gazebo untuk bersantai, hingga kursi amfiteater berbahan kayu ulin yang ikonik.

Paduan lampu hias yang menawan di sepanjang pedestrian, ditambah asrinya hamparan rumput dan barisan pohon palem, menjadikan kawasan ini sebagai spot favorit baru warga untuk menghirup udara segar di jantung kota.

​Perubahan drastis ini menuai pujian dari masyarakat. Ermi, seorang ibu rumah tangga yang berkunjung bersama keluarganya, mengaku terkesan dengan suasana baru taman tersebut.

​"Dulu area ini kesannya semrawut, tapi sekarang berubah drastis jadi cantik sekali. Ada gazebo dan tempat duduk yang nyaman, cocok sekali untuk membawa anak-anak main sore hari sambil bersantai," ujar Ermi.

​Senad, Rifki, seorang pemuda Kapuas, mengapresiasi sentuhan modern pada desain taman ini. Menurutnya, keberadaan material lokal seperti kayu ulin memberikan karakter tersendiri.

​"Kursi amfiteater dari kayu ulin itu ikonik banget, estetik untuk tempat kumpul atau sekadar foto-foto. Kapuas memang butuh lebih banyak ruang terbuka seperti ini supaya suasana kotanya terasa lebih hidup dan kekinian," kata Rifki.

​Untuk memastikan fasilitas tersebut berfungsi maksimal, Bupati Kapuas, H.M. Wiyatno, sebelumnya telah meninjau langsung kondisi Taman Adipura pada Jumat (20/2/2026) malam. 

Didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Bupati memeriksa detail kebersihan, sistem pencahayaan, hingga fasilitas pendukung lainnya.

​"Taman kota memiliki peran penting sebagai ruang interaksi masyarakat sekaligus wajah daerah. Karena itu, perlu perawatan rutin dan pengawasan berkelanjutan dari instansi terkait agar tetap tertata rapi," tegas H.M. Wiyatno di sela-sela kunjungannya.

​Tak hanya kepada jajarannya, Bupati juga menitipkan pesan kepada seluruh lapisan masyarakat. Ia mengajak warga untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak merusak fasilitas yang ada agar taman ini dapat dinikmati dalam jangka panjang.

​"Saya juga menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan penataan tambahan, termasuk perbaikan kecil dan peningkatan sistem pencahayaan, agar kawasan ini tetap aman dan nyaman digunakan warga, terutama pada malam hari," pungkasnya.[zulkifli]
Lebih baru Lebih lama