Pertarungan PWI Kalsel 1, Kalah Menang Tetap Saudara dan Bermartabat

BEBERAPA bulan sebelum pemilihan Ketua PWI Kalimantan Selatan (Kalsel), situasi alam insan Pers Banua sempat memanas. Ada perdebatan sengit antar pendukung bakal calon Ketua PWI Kalsel di salah satu whatsapp group wartawan, beragam isu pun berseleweran mewarnai pesta demokrasi wartawan Kalsel. 

Ada 2 bakal calon Ketua PWI Kalsel untuk periode 2022-2027 yang siap bertarung, Zainal Helmie sebagai petahana dan Lutfi Darlan menjadi lawannya.

Memanasnya situasi, tentunya kondisi ini menimbulkan rasa tidak nyaman. Rasa tidak nyaman inilah yang penulis tangkap, saat bertemu dan berbincang dengan Zainal Helmie ketika mengantar berkas untuk membuat KTA PWI di Kantor PWI Kalsel di Banjarmasin, pada awal Juni 2022.

Rasa tidak nyaman yang berselimut kekhawatiran pula yang terlihat, saat tanya jawab antar calon Ketua PWI Kalsel, seusai penyampaian visi dan misi, ketika Konferensi Kerja Provinsi (Konferprov) PWI Kalsel pada Sabtu 30 Juli 2022. 

Setelah Lutfi Darlan bertanya dengan Zainal Helmie, tiba giliran Zainal Helmie bertanya dengan Lutfi Darlan. Hanya saja pertanyaan Zainal Helmie seperti tersekat di tenggorokan menahan sesuatu rasa yang menghimpit dada. 

Setelah terdiam beberapa saat, dengan agak terbata Zainal Helmie berkata, “mengingat pertemanan, bermain bola bersama........., siapapun yang terpilih, apakah Lutfi Darlan tetap mau menjadi sahabat saya.”

Lutfi Darlan menjawab, “saya tidak mau menjadi sahabat, tetapi saya mau menjadi saudara.”

Daftar pemilih tetap ada 234 suara, dari hasil pemilihan, Zainal Helmie unggul dengan torehan suara sebanyak 157, dan Lutfi Darlan mendapatkan sebanyak 74 suara, serta ada 3 suara tidak sah.

Selain Pemilihan Ketua PWI Provinsi Kalsel, juga dilaksanakan pemilihan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP). 

Untuk pemilihan DKP diketahui ada tiga calon yakni, Fathurrahman sebagai petahana, lalu dua calon baru yakni, Yusni Hardi dan Milhan Rusli. Hasilnya, Fathurrahman kembali terpilih sebagai Ketua DKP setelah memperoleh 100 suara disusul Yusni Hardi dengan 78 suara dan Milhan Rusli dengan 56 suara.

Pelaksanaan Konferprov yang berlangsung di Gedung PWI Kalsel, ini dibuka secara langsung oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor. Juga dihadiri tokoh Pers Banua yakni, Pangeran H Gusti Rusdi Efendi, H Taufik Efendi dan juga H Guntur Prawira, serta Ketua PWI Pusat, Atal Sembiring Depari yang didampingi jajaran PWI Pusat lainnya. Konferprov berlangsung dari sekitar pukul 9 pagi dan baru selesai menjelang magrib. 

Atal Sembiring Depari mengapresiasi jalannya proses demokrasi wartawan Kalsel. "Saya sangat terkejut sekali, karena pelaksanaan oleh Anggota PWI Kalsel ini sangat matang sekali. Cara berdemokrasinya sudah matang," ungkapnya.

Meski dalam proses yang dijalankan, ia menilai agak sedikit alot dalam pembahasan tata tertib. Namun itulah yang namanya demokrasi.

"Tadi alot, tapi menurut saya memang harus seperti itu, dan kalau sudah ketemu ujungnya maka sampai akhir akan lancar," ucapnya.

Menurutnya, Itulah kunci bagaimana kita bisa menyelesaikan pesta demokrasi ini dengan lancar dan sukses. Proses konferensi ini akan menjadi contoh bagaimana jalannya proses konferensi itu.

“Jadi prosesnya itu jangan sampai diwarnai adanya konflik maupun intrik yang dapat menimbulkan gesekan-gesekan hingga terjadinya kericuhan,” ujarnya.

Bahkan menurutnya apa yang dipertontonkan oleh kedua kandidat Calon Ketua PWI tadi dalam proses pemilihan, menunjukan sebuah keharmonisan.

“Sejatinya dalam sebuah pemilihan adalah sebuah cara saja untuk mencapai tujuan PWI yang berkualitas dan bermartabat. Dan hal tersebut terbukti dalam konferprov PWI Kalsel 2022. Tidak hanya kegiatannya lancar, tetapi proses demokrasinya berjalan dengan demokratis, bermartabat, berkualitas, dan berintegritas. Itu yang paling penting,” pungkasnya.

Usai kembali terpilih pimpin PWI Kalsel, Zainal Helmie berujar akan segera melanjutkan program yang sudah jalan saat ini serta kembali menyusun pengurus dengan tim formatur.[araska]

by Araska Banjar
loading...