SMKPP Kementan Gelar Ujian Akhir, Uji Kompetensi Calon Petani Milenial

BANJARBARU – Untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompeten, produktif dan berdaya saing, Kementerian Pertanian (Kementan) terus memaksimalkan pendidikan vokasi.

Pendidikan vokasi dimanfaatkan karena mempunyai kedekatan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kemitraan, baik pada proses pembelajaran, pengembangan, penguatan SDM, hingga perekrutan lulusan vokasi.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) selalu mengajak seluruh insan pendidikan vokasi pertanian untuk beradaptasi dalam menghadapi Covid-19. 

Syahrul Yasin Limpo menaruh harapan besar pada generasi milenial dalam pembangunan pertanian. “Generasi milenial harus berani menjadi petani atau mendirikan start-up pertanian,” tegasnya.

Secara terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan di tangan milenial pembangunan pertanian akan dijalankan. 

Menurutnya, petani milenial adalah penggerak sektor pertanian, khususnya dalam menghadapi industri 4.0. 

“Kalian semua adalah pendekar. Oleh karena itu, kalian itu harus bersiap-siap menjadi penggerak, motor, pelopor pembangunan pertanian di negara yang kita cintai ini,” katanya.

SMK PP Negeri Banjarbaru, sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan di bawah naungan Kementerian Pertanian (Kementan), terus berupaya meningkatkan kemampuan siswanya. 

Salah satu kegiatan melihat kemampuan siswa ialah dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS).

Sebagai sekolah di bawah Kementan pelaksanakan UAS untuk semester Genap Tahun Pelajaran (TP) 2021/2022 ini dilaksanakan bagi seluruh siswa kelas X, dan XI, sedangkan kelas XII sudah dinyatakan lulus 100%. 

Pelaksanaan UAS bagi calon penerus generasi muda bidang pertanian ini dilaksanakan 6 hari yang mulai dilaksanakan Senin, (30/5/2022) sampai Selasa (7/6/2022) di ruang kelas kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru. 

Peserta UAS sendiri sebanyak 144 siswa yang terdiri dari 84 siswa kelas X, dan 60 siswa kelas XI. Untuk mata pelajaran yang di ujikan sebanyak 14 sampai 17 mata pelajaran, tergantung kelas dan kompetensi keahlian masing-masing.

Siswa-siswi SMK-PP Negeri Banjarbaru dalam ujian ini berbasis IT dengan sumber soal online, dimana siswa mengerjakan dan menjawab soal langsung menggunakan handphone, laptop atau komputer.

Pelaksanaan UAS ini dijelaskan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita, menyampaikan, UAS ini bertujuan mengevaluasi dan mengukur sejauh mana proses pembelajaran yang telah dilaksanakan sesuai target yang diinginkan yaitu siswa menguasai ilmu pengetahuan yang telah diberikan.

“UAS juga menjadi bahan evaluasi guru dan sekolah sejauh mana materi yang diberikan dapat dipahami dan diterima oleh siswa sebagai peserta didik," tegasnya.

Airin menjelaskan, pelaksanaan ujian ini tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan dan menjaga kesehatan.

Di kesempatan terpisah, Kepala SMK-PP N Banjarbaru, Budi Santoso juga menegaskan. “Sekolah berharap bahwa siswa terus mengembangkan ilmu dan pengetahuan nya menjawab tantangan zaman yg terus berkembang, dan nantinya setelah lulus dari sekolah bisa menjadi job creator ataupun job seeker di bidang pertanian seperti harapan dari Pemerintah,” paparnya.[adv]

Penulis : Tim Ekpos SMK-PP Negeri Banjarbaru


loading...