Inovasi Penurunan Stunting, Ketua Tim PKK Kotabaru Launching DASHAT

KOTABARU - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotabaru, Hj Fatma Idiana Sayed Jafar resmi melaunching Dapur Sehat Atasi Stunting alias DASHAT, di Balai Desa Hilir Muara Kotabaru, Senin (20/6/2022).

Menurut Hj Fatma, dengan adanya DASHAT ini membuat inovasi percepatan penurunan stunting yang merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

"Stunting saat ini menjadi masalah yang harus dapat kita pecahkan bersama, karena akan berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak," ujar Fatma.

Hal tersebut merupakan ancaman bagi anak-anak generasi masa depan Kabupaten Kotabaru, sehingga harus ditangani dengan serius.

Dengan adanya program DASHAT, menjadi upaya atau langkah nyata dalam menurunkan angka stunting di Kotabaru melalui peningkatan kualitas gizi masyarakat optimalisasi sumber daya pangan lokal.

"Untuk itu, saya sangat mendukung dan mengapresiasi program DASHAT dalam mencegah kasus stunting dan mensosialisasikan pencegahan stunting kepada keluarga," jelasnya.

Dengan peluncuran DASHAT diharapkan dapat meningkatkan dukungan, komitmen, koordinasi, integritas dan sinergitas antara seluruh stakeholder terkait. 

Ia meminta kerjasama dan peran serta dari seluruh pihak untuk memberi edukasi kepada masyarakat tentang kesehatan.

"Seperti pola pangan yang beragam, bergizi, berimbang, sehat dan aman," imbuhnya.

Sementara itu, Sri Sulistiyani selaku Plt P3AP2KB mengatakan, salah satu penyebab stunting adalah kondisi kesehatan dan asupan gizi yang tidak optimal. 

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan keluarga di tahun 2021, di Desa Hilir Muara dari 1.159 keluarga yang didata terdapat 1 jumlah keluarga sasaran 705, yang berisiko 655, dan yang tidak berisiko 70, 2. PUS 680, hamil 20, baduta 81, balita 179.

Untuk fasilitas lingkungan yang tidak sehat, pertama; sumber daya air minum yang tidak layak 10, kedua; keluarga, dan yang tidak mempunyai jamban yang layak 385, ketiga; Rumah tidak layak 478.
PUS terlalu muda 20 ada 11, serta terlalu tua 35 ada 390, terlalu dekat 2 tahun ada 23, terlalu sering 3 ada 261.

"Kegiatan DASHAT ini diharapkan dapat memenuhi gizi masyarakat, khususnya keluarga yang berisiko, sehingga dapat mencegah dan menurunkan angka stunting," pungkasnya.[zainuddin]


loading...