Tahun Ini, Kementan Kembali Sinergikan Regenerasi Petani dengan Pemerintah Kalimantan Selatan

BANJARMASIN - SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai PPIU Kalimantan Selatan dalam Program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) mengundang lembaga pemerintah tingkat provinsi untuk melakukan koordinasi kerjasama yang bisa disinergikan dengan Program YESS di Kalimantan Selatan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 55 peserta yang berasal dari lembaga pemerintah tingkat provinsi dan kabupaten, balai pelatihan, perbankan, perhimpunan tani dan perhimpunan dagang yang diselenggarakan di Hotel Rattan In Banjarmasin, Senin (23/5/2022).

Di kegiatan ini, Kasubag Tata Usaha SMK-PP Negeri Banjarbaru mewakili Kepala Sekolah menegaskan, kegiatan kali ini mengusung tema Membangun sinergitas stakeholder untuk mempromosikan produk pertanian Program YESS dalam menumbuhkan kewirausahaan dan ketenagakerjaan di Kalimantan Selatan.

"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Program YESS 2021 dan semoga di 2022 ini berjalan maksimal, seperti pelatihan, peningkatan kapasitas pemuda pedesaan, pengembangan wirausaha muda, fasilitas akses pemodalan, membangun lingkungan usaha yang kondusif, hibah kompetitif dan pemagangan," papar Isnanto membacakan arahan dari Kepala Sekolah.

Menurut Isnanto, dengan kehadiran dinas terkait, harapannya program ini mendapatkan dukungan penuh, serta masukan terkait perijinan, peluang, potensi, komoditas usaha, dan ketersediaan sarana prasarana, baik terkait permodalan di sektor pertanian yang bisa di akses oleh Penerima Manfaat Program YESS.

Hadir dan membuka kegiatan ini Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalimantan Selatan, Ariadi Noor. Di kesempatan ini Kepala Bappeda mewakili pemerintah Kalimantan Selatan mendukung Program Yess , 

“Program YESS selaras dengan visi Kalimantan Selatan, khususnya pada misi pokok yaitu Membangun SDM berkualitas dan berbudi luhur, Mendorong ekonomi yang merata, dan Memperkuat saran prasarana dasar perekonomian," terangnya.

Sebab Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berupaya mengurangi ketergantungan terhadap sektor tambang, dan membangun ekonomi berkelanjutan, salah satunya melalui sektor pertanian. Serta mendukung penyerapan angkatan muda di Kalimantan Selatan untuk terjun di sektor pertanian.

Kegiatan ini sendiri kemudian dilanjutkan pemaparan materi dari Bappeda Kalsel oleh Mahrita Yanuarty selaku Kepala bidang Perkonomian dan SDA, yang mengambil tema "Kebijakan dan Program Sektor Pertanian, Kewirausahaan dan Ketenagaan Provinsi Kalimantan Selatan".

Kemudian dilanjutkan pemaparan oleh Birhasani dari selaku Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan yang mengambil tema "Peluang Pasar Hasil Pertanian di Kalimantan Selatan".

Perlu diketahui Kementerian Pertanian (Kementan) kian serius dalam hal regenerasi petani serta melahirkan wirausaha milenial dari sektor pertanian. 

Bersama International Fund for Agricultural Development (IFAD), Kementan menciptakan wirausaha milenial tangguh dan berkualitas melalui Program YESS. Salah satunya di wilayah Kalimantan Selatan.

Tak kurang dari 55,3 juta dollar AS digelontorkan IFAD untuk program selama 6 tahun program berjalan (2019-2025). Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menegaskan bahwa regenerasi petani salah satu fokus Kementan bagi keberlanjutan pembangunan pertanian.

“Indonesia harus menjalankan pertanian efektif, efisien dan transparan melalui pengembangan pertanian maju, mandiri dan modern yang dimotori oleh petani milenial. Melalui sinergi dengan IFAD, Kementan berupaya meningkatkan regenerasi melalui pengembangan petani milenial sekaligus memastikan bahwa bertani itu keren,” katanya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, senada dengan hal tersebut. 

Ia berharap melalui program YESS akan terwujud regenerasi pertanian, meningkatnya kompetensi sumberdaya manusia dari perdesaan, meningkatnya jumlah wirausaha muda di bidang pertanian.

"Program YESS ini sangat mendukung dalam pengembangan sumberdaya manusia pertanian, dengan memberdayakan para pemuda tani untuk memanfaatkan sumberdaya alam pertanian di pedesaan, secara optimal, profesional, menguntungkan dan berkelanjutan tentunya mereka ini akan siap menghadapi era milenial," ujarnya.[adv]

Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru


loading...