Kementan dan DPR RI Tingkatkan Kapasitas Petani dan Penyuluh di Bengkayang Lewat Peran Kostratani

BENGKAYANG - Peran Komando Strategi Pembagunan Pertanian (Kostratani) untuk pertanian sangat penting. Karena itu, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) memperkuat peran Kostratani sebagai Pusat Gerakan Pembangunan Pertanian Nasional. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo tak hentinya menegaskan pentingnya pemanfaatan Kostratani sebagai garda terdepan penyuluh di kecamatan. Menurutnya, sektor pertanian harus dibangun mulai dari bawah.

Di tempat terpisah, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi sangat menaruh perhatian terhadap penyuluh, peran penyuluh amat penting bagi dunia pertanian Indonesia khususnya melalui Kostratani. Dedi menyebut penyuluh sebagai agen perubahan peradaban pertanian. 

"Penyuluh ini agen perubahan peradaban pertanian. Kalau peradaban pertanian kita berubah, itu dipastikan berkat peran dari penyuluh," kata Dedi Nursyamsi. 

Salah satunya peran Kostratani direalisasikan oleh Kementan dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas bagi Petani dan Penyuluh Pertanian. Di mana kali ini dilaksanakan di beberapa wilayah di Kalimantan Barat.

Bimtek ini dalam pelaksanaannya dilaksanakan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT), Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, yaitu SMK-PP Negeri Banjarbaru.

Kegiatan kali ini dilaksanakan di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat tepatnya digelar di Hotel Jovans, Kamis (12/5/2022). Peserta sendiri berjumlah 75 orang yang terdiri dari kapasitas petani dan penyuluh pertanian Bengkayang.

Bimtek ini sendiri merupakan kegiatan kerjasama antara Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Komisi IV dengan Kementerian Pertanian, yang dilaksanakan oleh BPPSDMP, Kementan. Di mana Bimtek ini untuk mendukung peningkatan kapasitas petani dan penyuluh pertanian menuju Kalimantan Barat sebagai lumbung pangan bagi Indonesia dan Dunia. 

Hadir sebagai narasumber diantaranya Daniel Johan (Anggota Komisi IV DPR RI), H Sharan (Praktisi Pertanian), dan Heri Mustari (Ketua DPW Gerbang Tani Kalimantan Barat). 

Adapun materi yang diberikan kepada peserta diantaranya Strategi Pengembangan Pertanian di Kabupaten Bengkayang oleh H Sharan, dan Potensi Pengembangan Hortikultura Kabupaten Bengkayang dalam Menyongsong Kebutuhan Pelabuhan Ekspor oleh Heri Mustari.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso yang hadir di bimtek ini menyampaikan, Bimtek ini untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas petani dalam berusaha tani baik itu pengetahuan dan keterampilan petani.

“Bimtek ini juga untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas penyuluh pertanian terutama dalam transfer informasi kepada petani," tandas Budi.[adv]

Penulis : Tim Ekpos SMK-PPN Banjarbaru


loading...