Bimtek Pelaku Wisata dan Ekonomi Kreatif, Strategi Promosi melalui Branding dan Media Digital

Bimtek Pelaku Wisata dan Ekonomi Kreatif, Strategi Promosi melalui Branding dan Media Digital

PIHAK Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bersama DPR, Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin dan Disbudporapar Banjarmasin foto bersama peserta pelaku usaha dan ekonomi kreatif.| foto : santoso

BANJARMASIN - Sekitar 100 pelaku wisata dan ekonomi kreatif Kota Banjarmasin, diberikan bimbingan teknis (Bimtek) tentang strategi promosi melalui branding dan media digital, di Hotel Golden Tulip Galaxy Banjarmasin, Selasa (1/3/2022).

Bimtek ini diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, bekerjasama Dewan Perwakilan (DPR) RI, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Banjarmasin.  

Anggota DPR RI Komisi X dari Fraksi Gerindra, H Muhammad Nur mengatakan, sebagai mitra kerja Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Komisi X DPR RI terus berupaya keras mengembalikan kejayaan pariwisata tanah air yang dalam beberapa tahun terakhir terdampak akibat pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19, lanjut Nur, mau tidak mau membawa perubahan dan perilaku konsumen atau masyarakat, salah satunya karena regulasi yang mengharuskan pelaku ekonomi kreatif berfikir keras bagaimana, agar produk mereka tetap laris manis di pasaran, meskipun banyak pembatasan sosial selama pandemi.

"Saat ini peran media digital sangat besar mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi kreatif. Masyarakat perlu mengetahui startegi apa saja yang harus dilakukan agar mampu bersaing dan memperkenalkan produknya diera digital seperti saat ini," kata Nur, saat memberikan sambutan acara tersebut.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, pelaku wisata dan ekonomi kreatif, harus siap dan cepat beradaptasi, dengan kebiasaan baru serta memanfaatkan, branding dan media digital, agar mampu mengembangkan wisata, sehingga dapat menopang ketahanan ekonomi khususnya di Kalsel.

"Bimtek ini dapat memberikan masukan dan ide, bagaimana menggunakan promosi media digital untuk meningkatkan kembali geliat pariwisata dan ekonomi kreatif tanah air, kerjasama semua pihak mulai pemerintah pusat, pemerintah daerah, kabupaten/ kota dan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, agar tujuan tercapai," ujarnya.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Entin Hartini menjelaskan, pandemi Covid-19 yang telah memporak-porandakan semua sektor kehidupan dan bermasyarakat, hal ini sangat berdampak terhadap perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat di Indonesia.

Oleh karena itu, perlu strategi khusus bagi pemerintah dan pelaku usaha mandiri, agar sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat terus tumbuh dan berkembang, salah satunya dengan Strategi Promosi Wisata dan Ekonomi Kreatif melalui branding dan media digital.

"Pandemi ini membuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif terpuruk. Sekarang kita harus punya strategi jitu untuk membangkitkan pariwisata tanah air dan ekonomi kreatif masyarakat. Era digital harus dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah dan masyarakat ditengah pandemi seperti saat ini," jelasnya.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, HM Yamin HR mengatakan, dirinya menilai pertumbuhan ekonomi suatu daerah, tidak lepas dari pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat. 

Oleh sebab itu, pemerintah perlu mendorong dan memberikan edukasi pemahaman, seperti Bimtek "Strategi Promosi Wisata dan Ekonomi Kreatif Melalui Branding dan Media Digital", agar masyarakat mengerti dan memahami strategi apa saja yang harus dipersiapkan dalam era digital seperti saat ini.

"Kami menyambut baik kegiatan yang dilakukan Anggota DPR RI Haji Muhammad Nur bersama Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif. Kegiatan seperti ini bisa dimanfaatkan pelaku usaha baik mandiri maupun UMKM di Banjarmasin," ujar Yamin.

Selanjutnya, strategi Branding dan Media Digital ungkap politisi Partai Gerindra Kota Banjarmasin ini,  hal yang sangat penting bagi pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, perubahan perilaku dan norma kehidupan akibat pandemi lanjutnya, mau tidak mau harus diterima oleh masyarakat.[santoso]


Lebih baru Lebih lama