Kantor Camat Tutup, Aktivitas Pemerintahan Terhambat

KANTOR Kecamatan Banama Tingang yang tampak sepi.| foto : manan

PULANG PISAU - Dikabarkan, dalam beberapa bulan terakhir ini, sistem pemerintahan di Kecamatan Banama Tingang, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), mengalami kendala. 

Hal tersebut dipicu karena camat setempat jarang masuk kantor. Diduga yang bersangkutan hampir habis masa tugasnya sebagai abdi negara alias hendak pensiun. 

Dari pantauan sejumlah awak media, saat mengunjungi kantor kecamatan di maksud benar adanya. Dimana, terpantau kondisi kantor tampak sepi dan tak ada aktivitas pelayanan. 

Parahnya lagi, tak hanya camat yang diduga jarang ngantor. Sekretaris  Camat atau Sekcam nya pun dikabarkan juga jarang turun ke kantor. 

Mencari kebenaran dugaan tersebut, awak media pun mengkonfirmasi pada salah seorang pegawai atau staf kecamatan setempat yang namanya engga disebut kan membenarkan perihal tersebut bahwa camat dan sekcam nya jarang masuk kantor, dengan alasan tidak jelas. 

"Iya pak Camat kami sama Sekcam nya jarang masuk kantor. Sehingga sistem pemerintahan terhambat," ujar narasumber tadi saat dijumpai awak media ini kediaman pribadinya, Senin (3/1/2022). 

Dia pun mengungkapkan, terkait hal tersebut pihaknya (staf kecamatan) merasa serba salah, karena apabila masyarakat yang hendak berurusan harus menunggu camat dan gak mungkin masyarakat harus ke Kota Palangka Raya jika harus berurusan dengan camat. 

"Ini terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Dimana, Pak camat sangat jarang sekali turun kantor sehingga segala urusan yang menyangkut urusan pemerintahan mengalami kendala, khususnya terkait pelayanan untuk masyarakat," bebernya. 

Menurut narasumber, saat ini camat yang bersangkutan pun keluar dari grup whatsapp dan nomor nya pun tak bisa dihubungi lagi alias tidak aktif. 

"Faktornya beliau jarang ngantor entah karena sudah mau pensiun atau ada bisnis lain di Palangka Raya belum tahu kita, yang pastinya masyarakat yang hendak berurusan terhambat,"

Dia pun berharap, agar sistem pemerintahan di Kecamatan Banama Tingang ini dapat kembali normal dan tidak berlarut. "Sebab yang menjadi korban adalah masyarakat sendiri jika harus berurusan dengan Pemerintah Kecamatan Banama Tingang," pungkasnya.[rat/manan]


loading...