Tahun Depan, Disbudpar Pulang Pisau Lanjutkan Pengembangan Destinasi Wisata

KEPALA Disbudpar Pulang Pisau, Bakhzar Effendi.| foto : manan

PULANG PISAU - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), terus berupaya mengembangkan destinasi wisata di wilayah kabupaten berjuluk Bumi Handep Hapakat ini. 

Tahun depan atau tahun 2022 mendatang, pihaknya bersama masyarakat dan Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata kabupaten setempat sudah berkomitmen untuk melakukan berbagai macam terobosan dan lain sebagainya dalam rangka percepatan pengembangan kebudayaan dan pariwisata. 

Itu disampaikan langsung Kadisbudpar Pulang Pisau, Bakhzar Effendi kepada sejumlah awak media, Kamis (23/12/2031) di ruang kerjanya. 

"Insyaallah, Tahun depan (2022) nanti Disbudpar Pulpis bersama tim dan masyarakat tadi akan melanjutkan pengembangan destinasi wisata yang berdampak akibat Pandemi Covid-19 yang berdampak pada program dan anggaran," kata Bakhzar sapaan akrab Kadisbudpar Pulang Pisau. 

Dijelaskan pria yang dulunya pernah menjabat sebagai Kabag Humas Setda Pulang Pisau, bahwa berdasarkan tugas  pokok dan fungsi (tupoksi) Disbudpar sendiri menjadi hal penting dan merupakan kewajiban dinas untuk diperjuangkan bersama, guna  menumbuhkembangkan budaya serta kemajuan pariwisata. 

"Kita tetap konsisten untuk memajukan dan melestarikan budaya di daerah kita ini. Jadi, tahun depan akan kita lanjutkan lagi pengembangan untuk memperbaikinya akibat Pandemi Covid-19," tutur Bakhzar. 

Ditambahkannya, bersama tim percepatan pembangunan pariwisata dan masyarakat, khususnya masyarakat adat Kabupaten Pulang Pisau sudah berkomitmen dan bersinergi untuk memajukan dan mengembangkan destinasi wisata ke depan. 

"Jadi, kita sangat terbantu oleh tim percepatan yang terdiri dari pihak Kejaksaan, Dinas PUPR, Disperindagkop dan UKM, Dinas Pertanian. Tahun depan kita akan fokus membagi wilayah pengembangan wisata, yakni wilayah Selatan, Tengah dan Utara yang masing-masing mempunyai keunggulan kebudayan dan pariwisata," terangnya. 

"Untuk wilayah selatan ada pengembangan pantai Cemantan dan taman nasional Sebangau, wilayah tengah ada taman sumbu kurung, rumah betang di desa Buntoi, Kalawa dan lain sebagainya. Sedangkan, sedangkan wilayah utara ada hutan desa Tangkahen. Nah hal ini terus kita dorong agar menjadi destinasi wisata yang menjanjikan untuk kemajuan perekonomian masyarakat, tetapi ini juga dilakukan secara bertahap," tambah Bakhzar.[manan]


loading...