Kotabaru Terendah Percepatan Proses Stunting

KOTABARU, MK - Bupati Kotabaru, Sayed Jafar secara resmi membuka temu kerja (review) Kepala Dinas OPD KB di aula puncak Hutan Meranti Kotabaru, Jumat (19/11/2021). Ini digelar dalam rangka peningkatan capaian Program Bangga Kencana.

Acara dihadiri Deputi Bidang Advokasi, Pergerakan dan Informasi BKKBN Pusat Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., Forkompimda, Ketua TP PKK Kotabaru, Kepala Perwakilan BKKBN provinsi Kalsel, Kepala OPD KB Pengelola Program Pengendalian Penduduk dan KB se- Kalsel.

Laporan Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, Ir Ramlan menyebutkan, pada Januari 2021 lalu, Presiden Republik Indonesia memerintahkan Kepala BKKBN untuk mengkoordinasikan pelaksanaan program penurunan stunting di Indonesia.

"Sebagai ketua pelaksana percepatan stunting di Indonesia yang berdasarkan Perpres no 72 tahun 2021, tentang percepatan proses stunting pada tahun 2024 stunting harus 14 persen," jelas Ramlan.

Untuk Kabupaten Kotabaru saat ini berada di posisi terbawah dengan angka 16 persen stunting di provinsi Kalimantan Selatan.

Bupati Sayed menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum dan silaturrahmi antara Pemkab Kotabaru dengan BKKBN Pusat dan Provinsi, khususnya pengelola program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana se-Kalimantan Selatan.

Dia mengajak untuk merapatkan barisan dan bekerja keras bersama seluruh stakeholder dan mitra kerja, terkait untuk mengendalikan kuantitas dan meningkatkan kualitas dengan sinergi program, baik dengan Pemerintah, Swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan Kalsel, khususnya Kotabaru yang maju, mandiri dan sejahtera.

Sinergisitas program pembangunan melalui program Bangga Kencana diharapkan bisa menjadi ajang untuk mengkomunikasikan dan mendiskusikan berbagai hal yang dapat mempercepat dan memperlancar pelaksanaan pembangunan.

Di kesempatan itu juga, Deputi Bidang Advokasi, Pergerakan dan Informasi BKKBN Pusat Drs Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, BKKBN memiliki mandat sebagai Ketua pelaksana percepatan penurunan stunting di Indonesia yang dikukuhkan dengan Perpres no 72 tahun 2021, di mana timnya dibentuk dari tingkat Pusat hingga Desa.

"Tim ini berperan untuk mengkoordinir, mensinergikan dan mengevaluasi pelaksanaan percepatan stunting di wilayahnya, dan ditargetkan stunting akan turun dari angka 27 persen ke 14 persen," terangnya.

Sukaryo juga menyampaikan, pelaksanaan program Bangga Kencana pada semester 1 tahun 2021 ini sedikit mengalami hambatan, dikarenakan pandemi covid-19 yang terjadi sudah hampir 2 tahun.

"Untuk itu, pertemuan ini sekaligus menyikapi kendala yang muncul selama pelaksanaan program dan kegiatan di tingkat Provinsi Kalsel pada semester 1 tahun 2021, dan merencanakan aksi yang telah disusun untuk semester 2 tahun 2021," pungkasnya.

Sukaryo meminta kepada seluruh jajaran di Tingkat Provinsi yang melibatkan seluruh kabupaten, stakeholder, dan mitra kerja ini bisa merumuskan strategi yang komprehensif pada sisa waktu yang ada.

"Ini semua akan tercapai dengan baik jika semua elemen dan komponen memanfaatkan sumberdaya dan dana secara maksimal," pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Pelayanan KB Sejuta Akseptor oleh Deputi Bidang Advokasi, Pergerakan dan Informasi BKKBN Pusat, Kepala Perwakilan BKKBN Kalsel, serta Bupati Kotabaru.[zainuddin]

loading...

Posting Komentar

0 Komentar