Ketersediaan Oksigen dan Obat Perlu Diantisipasi Sejak Dini

Ketersediaan Oksigen dan Obat Perlu Diantisipasi Sejak Dini

PALANGKA RAYA, MK - Sejumlah langkah mitigasi guna mengantisipasi tingginya lonjakan kasus virus Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Kota Palangka Raya.

Kepala Rumah Sakit Perluasan (RSP) Hotel Batu Suli, dr Probo Wuryantoro mengatakan, perlu diketahui, mengacu instruksi Kementerian Kesehatan dalam juknis penanganan Covid-19 maka yang menjadi prioritas masuk rumah sakit adalah mereka yang bergejala sedang hingga berat dan membutuhkan terapi oksigen.

"Jadi hanya dibatasi bagi mereka yang memiliki saturasi oksigen dibawah 95 persen. Sedangkan bagi yang bergejala ringan, kita anjurkan untuk isolasi mandiri. Namun tetap dalam pengawasan tenaga medis," ungkapnya, Rabu (7/7/2021).

Sementara itu, terkait dengan ketersediaan tabung oksigen dan obat untuk terapi penyembuhan Covid-19, maka untuk kedua fasilitas kesehatan tersebut dalam kondisi aman hingga beberapa waktu kedepan.

Hanya saja, bebernya, yang menjadi perhatian pihaknya adalah ketersediaan obat antivirus Remdesivir, yang mana untuk RSUD Kota Palangka Raya hampir 70 persen pasien yang memiliki gejala berat menggunakan antivirus injeksi Remdesivir.

"Stok obat antivirus saat ini cukup hingga akhir Oktober mendatang. Tapi bila tren lonjakan kasus tinggi, maka perlu ada antisipasi sejak dini. Apalagi negara lain juga sudah mulai kehabisan obat antivirus ini," tegasnya.

Ditambahkannya, saat ini harga obat antivirus tersebut berkisar Rp300 ribu, dalam perkembangannya kini melonjak hingga 400 persen sampai menyentuh angka Rp1,2 juta.

"Kami sudah berkoordinasi, termasuk dengan distributor agar bisa pesan jauh-jauh hari. Perlu diingat, jika seorang pasien Covid-19 tidak mendapat terapi atau obat yang tepat, maka pasien gejala berat akan terancaman kematian yang tinggi," tandasnya.[anshari]


Lebih baru Lebih lama