Berhasil Latih SDM Pertanian Pulang Pisau, Gubernur Kalteng dan Kapuslat BPPSDMP Kementan Tinjau Progres Food Estate

Berhasil Latih SDM Pertanian Pulang Pisau, Gubernur Kalteng dan Kapuslat BPPSDMP Kementan Tinjau Progres Food Estate

SUDAH berjalan sejak tahun 2020, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian beserta Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang mengembangkan program Food Estate di Kalimantan Tengah. 

Bentuk kontribusi yang diberikan yaitu berupa Pembekalan Ilmu dan Pelatihan, dengan mengambil tema dari hulu hingga hilir, dari Perencanaan Usaha Kelompok Tani Hingga Pengelolaan Badan Usaha Milik Petani (BUMP). 

Adapun sasaran latih dari pelatihan yang diselenggarakan BPPSDMP, yaitu Petani, Penyuluh Pertanian yang berasal dari Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. 

Untuk menilai seberapa tingkat penerapan dan produktivitas dari pelatihan yang telah dilaksanakan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah beserta Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian di Kalimantan Tengah mengadakan peninjauan langsung.

Peninjauan dilakukan pada Senin, 28 Juni 2021, bertempat di plot Integrasi Padi, Itik dan Jeruk di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau oleh Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran beserta jajarannya, rombongan Badan Pemeriksa Keuangan, Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pertanian Hermanto, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian (Kapuslat), Lely Nuryati, serta Kepala BBPP Binuang, Yulia Asni Kurniawati, serta jajaran Unit Pelaksana Teknis Kementan lainnya. 

Salah satu Penyuluh Kabupaten Pulang Pisau,Winarko dalam kesempatannya saat diwawancarai mengungkapkan, sesudah Program Food Estate (Pelatihan dari BPPSDMP), hasil produktivitas padi  meningkat. 

Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam kesempatannya saat tinjauan langsung mengatakan, produktivitas padi yang dihasilkan oleh petani bisa mencapai 8 ton. Sebelum adanya program Food Estate, hanya 4 ton. Ini menurut petani yang menanam. 

Selain itu, sebelumnya petani di Belanti Siam hanya panen 2 kali dalam setahun, setelah program Food Estate bisa 3 kali panen. 

Yulia menambahkan, petani di wilayah Food Estate juga sudah banyak mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh BPPSDMP Kementan. 

"Itulah dampak dari Pelatihan,  ternyata bisa berdampak Positif,  diantaranya ialah Produktifitas Padi yang meningkat," ucapnya. 

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menekankan tentang peran Food Estate menjadi Program Strategis Nasional. Harapannya, dengan Food Estate ini bisa untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dengan mengembangkan komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan secara terintegrasi (integrated farming).

"Pertanian harus dikelola dengan baik yang esensinya adalah efisiensi dan produktivitas tinggi hulu ke hilir. Dengan demikian akan memberi keuntungan bagi petani," ungkapnya.[advertorial]

Penulis : Agus/Irfan


Lebih baru Lebih lama