PALANGKA RAYA, MK - Program kerakyatan tersinergi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi Kalimatan Tengah (Kalteng) sangat tersinergi, baik pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga program bantuan kepada masyarakat terdampak Covid-19.
Diketahui, dalam empat tahun terahir, H Sugianto Sabran saat menjabat Gubernur Kalteng sejak tahun 2016 hingga Agustus 2020 yang juga mensinergikan program dengan pemerintah pusat, salah satunya upaya membantu masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT) dengan mengkoordinasikan melalui program Kementrian Sosial dari Dinas Sosial Provinsi Kalteng untuk membantu rumah layak huni dengan dilengkapi sanitasi air bersih dan baik.
Hal itu kolaborasi dengan pemerintah daerah serta pemerinth pusat yang membantu melalui anggaran APBN dan diimbangi oleh APBD.
Mengenai berbagai bantuan sosial kepada masyarakat tersebut, Plt Kadis Sosial Kalteng, Rian Tangkudung menyampaikan bahea untuk tahun 2016 ada sebanyak 112 Kepala Keluarga (KK) KAT yang dibuatkan rumah, yakni yang ada di wilayah Kabupaten Kapuas dan Murung Raya.
Tahun 2017 dialokasikan KAT di wilayah Gumas dan Katingan sebanyak 77 KK. Tahun 2018 ada 95 rumah KAT di Kotim, hingga di tahun 2019 ada di wilayah Tumbang Kaburai, Kecamatan Bukit Raya, Katingan serta dekat perbatasan Kalbar dengan sebanyak 108 rumah.
"Itu semua hasil koordinasi Pemprov Kalteng melalui Dinas Sosial ke Kementrian Sosial sehingga tersalurkan bantuan pembuatan rumah untuk Komunitas Adat Terpencil," ungkapnya, Selasa (3/11/2020).
Menurutnya, mulai tahun 2016 hingga 2019 ada sekitar 390 an buah rumah yang sudah dibangun serta dilengkapi air bersih dan sanitasi. Itu bersumber dari APBN dan ada juga APBD Provinsi, jadi saling bersinergi dan kolaborasi untuk membantu masyarakat terpencil.
Rian juga menyampaikan, program bantuan untuk keluarga harapan, dimana tahun 2016 sebanyak 13 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM), tahun 2017 sebanyak 30 ribu lebih, tahun 2018 sebanyak 45 ribu lebih dan tahun 2019 sebanyak 44 ribu lebih, dengan total anggaran ratusan juta rupiah.
"Berbagai kegiatan atau program sosial di tahun 2020, karena pandemi Covid-19 dialihkan bantuan sosial pangan dan tunai untuk warga terdampak di seluruh wilayah Kalteng," tutupnya.[kenedy/adv]
