Proyek Multi Years, DPRD Barsel Sarankan Tunda Pembayaran

BUNTOK, MK - Rapat lanjutan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Perubahan (KUAP) Prioritas Platform Anggaran Sementara Perubahan (PPASP) Belanja Daerah Perubahan (APBDP) TA 2020 Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Selatan (Barsel).

Agar APBD-P Tahun 2020 tetap seimbang, DPRD Barsel sepakat untuk menunda pembayaran beberapa paket proyek multi years hingga tahun 2021. 

Ketua DPRD Barsel, Ir HM Farid Yusran mengatakan, penundaan pembayaran paket proyek berskema tahun jamak itu dikarenakan adanya defisit anggaran sebesar Rp45,2 miliar dalam struktur APBD Barsel.

"Besaran defisit anggaran tersebut merupakan sisa dari jumlah total defisit APBD Barsel, yaitu sebesar Rp83,3 miliar yang Rp38,1 miliarnya ditutup menggunakan utang dengan pihak ketiga," terang Farid kepada awak media, Selasa (15/9/2020).

Farid menambahkan, dari hasil sama seperti kemarin, ada defisit sebesar Rp83,3 miliar, kemudian ditutupi utang, kemudian ada sisa Rp45,2 miliar. 

"Itu rencananya ditutup dengan penundaan pembayaran (multi years), sehingga APBD balance," imbuhnya.

Jumlah penundaan pembayaran tersebut merupakan hanya hitungan sementara, sebab masih menunggu sampai berakhirnya masa pekerjaan ketujuh paket proyek dimaksud, yakni hingga tanggal 31 Desember 2020 mendatang. 

"Karena berdasarkan data yang disampaikan oleh eksekutif. Selain pekerjaan tahun jamak, rata-rata pembayarannya sudah terselesaikan, maka tidak ada pemangkasan anggaran yang dilakukan," tuturnya.

Karena, lanjutnya, menurut eksekutif rata-rata sudah selesai dan sudah dibayarkan. 

"Kalau multi years, ada yang sudah selesai ada yang masih belum, yang belum ini kita tunggu sampai 31 Desember itu tadi," pungkasnya.[deni/adv]


loading...

Posting Komentar

0 Komentar