Berkah Covid-19, Permintaan Umpan Kodok Karet Meningkat

BANJARMASIN, MK - Tak semua orang terdampak buruk Corona Virus Disease alias Covid-19. Satu di antaranya Sirwan, pembuat umpan pancing jenis kodok karet di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Di masa pandemi Corona ini, Sirwan justru kebanjiran order umpan buatannya yang diberi merek One Lure. Permintaan umpan sintetis miliknya bahkan meningkat lebih dari 100 persen dibanding sebelum masa Covid-19. 

Tak ayal pesanan pelanggan, termasuk dari toko-toko penjual alat pancing menjadi pemesan tetap, tak mampu dipenuhinya lantaran keterbatasan tenaga dan bahan baku. 

Menurut Sirwan, Minggu (2/8/2020), sejak mulai Covid-19 sekitar Maret 2020 lalu, permintaan umpan pancing kodok karet meningkat berkali-kali lipat. Tak jarang pesanan pelanggan sulit untuk dipenuhi.

"Di masa Corona ini kami memproduksi antara 1.200 sampai 1.500 buah umpan kodok karet per bulan. Jumlah ini sama dengan produksi saat bulan puasa. Bahkan ada yang sampai 2.000 buah sebulan," ungkapnya.

Sirwan mengaku kesulitan untuk mememuhi pesanan yang sangat melonjak di masa Covid-19 ini. Kalau saja tak kewalahan atau tidak dibatasi, bisa sampai 3.000 buah dalam sebulannya. 

"Di masa Covid-19 ini banyak orang yang memanfaatkan waktu luangnya untuk memancing. Apalagi yang memang sudah hobi memancing. Kondisi ini berimbas pada permintaan umpan kodok karet kami sampai melonjak," terangnya.

Biasanya, lanjut pria berambut gondrong ini, umpan kodok karet miliknya hanya terjual antara 300 sampai 400 buah dalam setiap bulannya. Penjualan baru melonjak saat memasuki musim hujan yang biasanya terjadi sejak menjelang hingga bulan puasa usai.

Umpan kodok karet merek One Lure sendiri dijual di pasaran di kisaran harga Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per buah. One Lure sendiri bermarkas di kawasan Komplek Warga Indah, Banjarmasin Utara.[iqbal]

loading...

Posting Komentar

0 Komentar