Hadapi Tatanan Baru, Pemkab Dituntut Rancang Skema New Normal

BUNTOK, MK - Fase new normal atau tatanan kehidupan baru tampaknya segera dialami rakyat Indonesia, seiring kebijakan Pemerintah Pusat. Penerapan ini sendiri didukung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Selatan (Barsel).

Keseriusan dukungan ditujukan terhadap keberlangsungan pendidikan, bahkan juga demi mengawali geliat ekonomi agar kembali bergairah.

Karena itu, DPRD Barsel meminta Pemkab Barsel segera merancang skema new normal di beberapa bidang serta sektor. Tentunya dengan melihat kondisi di lapangan, di mana paling urgen adalah kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak.

Seperti sektor pasar yang harus ditata pada skema new normal, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. 

"Juga bidang pendidikan formal dan tempat umum, agar Pemkab mempersiapkan fasilitas tempat cuci tangan pada masing-masing kelas," jelas Ketua Komisi II DPRD Barsel, Ensilawatika Wijaya kepada awak media, Senin (15/6/2020).

Ia menjelaskan, menghadapi persiapan tersebut Pemkab Barsel wajib memfasilitasi sarana dalam penerapan fase new normal. Karena juga adanya kegiatan belajar mengajar di sekolah.

Semua tentu akan mendorong agar pelaksanaan new normal benar-benar dapat dilaksanakan sesuai harapan masyarakat.

"Bahkan jika melihat jalan kecil yang masih tertutup, menurut kami itu sudah tidak memiliki fungsi," jelas Ensilawatika.

Menurutnya, jalan yang ditutup tersebut lebih baik mulai dibuka, sehingga gairah ekonomi bisa bergeliat kembali.

Karena pada sektor tertentu masih membutuhkan biaya yang cukup banyak. Seperti persiapan cuci tangan dan masker untuk menyongsong new normal. 

"Jadi anggaran yang tersisa bisa dimanfaatkan pemerintah untuk memfasilitasi kepentingan masyarakat banyak," imbuhnya.

Dalam proses penerapan new normal, lanjutnya, memang di sisi lain masih ada masyarakat yang belum bisa disiplin. Karena itu Gugus Tugas yang ada di desa harus bisa tegas.

"Misal terdapat warung serta tempat berkumpulnya orang banyak yang tidak mau disiplin dalam aturan, maka harus ditindak tegas," tandasnya.

Saat ini yang paling penting ada pada Satgas paling bawah, yakni Gugus Tugas yang ada di desa harus memiliki kesadaran.

"Artinya di saat ada orang asing masuk, sudah ada karantina mandiri maupun karantina yang telah disiapkan oleh desa," pungkasnya.[deni]
loading...

Posting Komentar

0 Komentar