Simpang Siur Pasar Ditutup, Ini Penjelasan Tezar...!

BANJARMASIN, MK - Simpang siur kabar ditutupnya pasar tradisional di Banjarmasin akibat Covid-19, akhirnya terjawab. 
Kepala Bidang Peningkatan Sarana Distribusi Perdagangan dan Pasar (PSDP) Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar SSTP M.Si buka suara terkait beredarnya isu tersebut.
"Sampai saat ini tidak ada imbauan atau surat edaran yang dikeluarkan Pemko Banjarmasin melalui pihaknya untuk menutup pasar," jelasnya saat dikonfirmasi metrokalimantan.com, Rabu (25/3/2020) siang.
Pria yang akrab disapa Tezar ini mengaku pihaknya justru gencar mensosialisasikan budaya PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dan social distancing bersama TNI-Polri di Pasar Pekauman dan sejumlah pasar lainnya dalam menghadapi wabah Covid-19 saat ini.
"Jadi kalau arah penutupan sampai ke sana, justru sampai saat ini kami belum ada," tegasnya.
Baru-baru tadi, lanjutnya, pihaknya juga melakukan sosialisasi dan tidak ada menyampaikan untuk tutup. 
"Yang jelas dari 29 pasar yang dikelola Pemko Banjarmasin sampai saat ini belum ada imbauan untuk menutup operasi," imbuhnya.
Sejauh ini Tezar menyebut imbauan penutupan pasar hanya ditujukan pada pasar hiburan. Hal tersebut merujuk maklumat Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri).
"Maksudnya pasar di sini yang biasanya beroperasi malam hari, kemudian menghimpun massa dengan berbagai wahana hiburannya, nah, yang ini tidak boleh beroperasi," imbuhnya.
Tezar berpesan agar para pedagang jangan panik melainkan tetap waspada dengan memperbanyak berdoa, dan membudayakan PHBS, baik berupa mencuci tangan dengan hand sanitizer atau pun sabun di bawah air mengalir setiap sebelum atau sesudah bertransaksi.
"Selain itu, juga lakukan social distancing atau jaga jarak seiring kondisi seperti ini," pungkasnya. [wahyu]
loading...
TAG