Raih Penghargaan dari Kementerian LHK, Desa Bumi Jaya Jadi Contoh Proklim

Raih Penghargaan dari Kementerian LHK, Desa Bumi Jaya Jadi Contoh Proklim

PELAIHARI, MK – Pengembangan Program Kampung Iklim (Proklim) tengah digulirkan pemerintah. Satu di antaranya di Desa Bumi Jaya, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut.
Kampung di Desa Bumi Jaya ini ditetapkan menjadi contoh pengembangan ProKlim tingkat Kalimantan Selatan. Desa ini bahkan sudah berhasil meraih penghargaan ProKlim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Untuk melanjutkan pembinaan dan menginspirasi desa lainnya, Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Tala menggelar sosialisasi Proklim.
Sosialisasi bertema “Tanah Laut Menuju ProKlim 2020” ini digelar di Pendopo Desa Bumi Jaya, Selasa (5/11/2019). Kegiatan ini dihadiri Kepala DPRKPLH Tala, Muhammad Mursi serta utusan DPRKPLH Kalimantan Selatan.
Mursi mengungkapkan, Proklim sudah ada sejak 2016, sementara Tanah Laut baru mengikuti di tahun 2019 dan langsung memenangkan penghargaan Proklim Utama.
Pertama kali, lanjut Mursi, DPRKPLH Tala mengajukan tiga desa untuk mengikuti Proklim, yaitu Desa Bumi Jaya, Desa Sumber Jaya, dan Desa Pagatan Besar.
“Alhamdulillah Desa Bumi Jaya berhasil meraih penghargaan Proklim Utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” jelasnya.
Untuk Desa Sumber Jaya sendiri mendapat peringkat Proklim Madya, sementara Desa Pagatan Besar menempari peringkat Proklim Pratama.
ProKlim merupakan salah satu usaha menyejahterakan desa yang sesuai dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Tanah Laut, yaitu Kota Ditata Desa Dibina.
“Pada tahun 2020 mendatang akan diajukan lagi beberapa desa untuk dinilai sebagai desa Proklim Lestari, Utama, Madya, dan Pratama,” beber Mursi.
Desa Bumi Jaya akan menjadi salah satu desa yang kembali diajukan pada Proklim 2020, tepatnya sebagai Proklim Lestari dengan membina 10 desa lainnya.
Desa yang lain juga akan diajukan pada Proklim Utama, Madya dan Pratama. Beberapa desa yang bakal diajukan tersebut, di antaranya Desa Tirtajaya, Desa Damit, Desa Sumber Jaya, Desa Pagatan Besar, dan Desa Panggung.
Sementara itu usai pemaparan materi sosialisasi, peserta diajak mengunjungi beberapa spot program Desa Bumi Jaya, satu di antaranya lokasi penilaian Proklim Bank Sampah, Kebun Desa dan Badan Usaha Milik Desa.
Proklim sendiri adalah program lingkup nasional yang dikelola Kementerian LHK untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca.
Juga terkait memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.
Proklim dikembangkan dan dilaksanakan di wilayah administratif paling rendah setingkat RW atau dusun, dan paling tinggi setingkat kelurahan atau desa.[andra/adv]
Lebih baru Lebih lama