Koordinasi Upsus Siwab, Kalsel Menuju Percepatan Pemenuhan Sapi Potong

Koordinasi Upsus Siwab, Kalsel Menuju Percepatan Pemenuhan Sapi Potong

BANJARBARU, MK - Pertemuan koordinasi dan evaluasi Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) 2019 se-Kalimantan Selatan digelar di Hotel Grand Daffam Banjarbaru.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kalimantan Selatan ini berlangsung dua hari, 28 hingga 29 November. Tak kurang 50 peserta dari berbagai elemen ambil bagian dalam kegiatan.
Untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong dalam negeri, Kementerian Pertanian (Kementan) sejak 2016 sudah meluncurkan program Upsus Siwab.
Program tersebut dituangkan dalam Peraturan Menteri Pertanian nomor 48/Permentan/PK.210/10/2016 tentang Upsus Siwab. Upaya ini dilakukan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam mengejar swasembada sapi yang ditargetkan Presiden Joko Widodo tercapai pada 2026 mendatang.
Selain itu, ini juga untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri dalam pemenuhan pangan asal hewan, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.
Terkait hal itu, Pemprov Kalsel menargetkan swasembda daging dengan menggenjot pelaksanaan program Upsus Siwab dengan meningkatkan target hingga 100 persen pada 2020. 
Kepala Disbunnak, Drh Suparmi mengatakan, untuk merealisasikan swasembada daging sapi, Pemprov Kalsel menaikan target Upsus Siwab sebesar 100 persen, dari 25 ribu ekor pada 2019 menjadi 50 ribu ekor pada 2020, dengan target bunting 45.000 ekor dan target lahir 40.000 ekor.
"Untuk merealisasikan target tersebut akan dipenuhi dari sentra-sentra sapi di Kalimantan Selatan, seperti Tanah Laut, Tanah Bumbu, Banjar, Tapin, dan Barito Kuala," terangnya.
Kalsel sangat diyakini mampu 
menuju daerah swasembada sapi. Lebih dari itu, program Upsus Siwab tidak semata-mata memenuhi kebutuhan Kalsel, tetapi juga untuk memenuhi ketersedian secara regional dan nasional, terurama untuk ibu kota baru nantinya.
"Peluang menjadi daerah penyangga untuk peternakan dan pertanian sebagai kota baru, sangat terbuka," yakin Suparmi. 
Untuk mendukung itu, Pemprov Kalsel sudah melakukan langkah-langkah strategis. Menjalin hubungan yang harmonis dengan para stakeholder seperti BPTPU, BBPP Binuang, dan instansi terkait lainnya.[tata/dhani]
Lebih baru Lebih lama