BANJARMASIN - Hari Pahlawan yang rutin diperingari setiap tahun, tepatnya di tanggal 10 November, sejatinya memberi makna dan momen tersendiri bagi pemerintah dan rakyat Indonesia. Pun demikian dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2017 ini.
Menurut Akademisi Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat, Taufik Arbain S.Sos M.Si, Jumat (10/11/2017), Hari Pahlawan 2017 ini harus menjadi momentum bagi semua untuk tetap menjaga persatuan dan kebhinekaan.
"Momentum Hari Pahlawan sekarang ini harus menjadi momentum yang berarti dalam konteks kondisi persatuan dan kebhinekaan bangsa yang mendapat ujian," tutur tokoh muda Banua bergelar Datuk Cendikia Hikmadiraja Kesultanan Banjar ini.
Pria kelahiran Amuntai 43 tahun silam ini mengatakan, nilai-nilai kepahlawan masa lalu harus mampu menjawab konteks kekinian, yakni tidak sekadar mengisi dengan kecerdasaan pembangunan, tetapi juga mengisi dengan menjaga keindonesiaan.
"Kepahlawanan masa lalu mengedepankan kebersamaan persatuan dan kebhinekaan, dengan musuh bersama penjajah yang mendorong devite et empira. Nah inilah sejatinya memahami momentum hari pahlawan," jelas penulis buku Meruntuhkan Badai Republik ini.[mnoor]