BPBD Barsel Kerahkan Tim Gabungan dan TNI Padamkan Karhutla di Jalan Pendang

BPBD Barsel Kerahkan Tim Gabungan dan TNI Padamkan Karhutla di Jalan Pendang

BUNTOK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), melaporkan kegiatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah setempat pada Selasa (3/11/2026). 

Penanganan dilakukan sebagai upaya mengendalikan kebakaran dan mencegah api meluas ke kawasan sekitarnya.

Kepala BPBD Barsel, Agus In Yulius, melalui laporan resmi harian penanganan karhutla yang disampaikan tim di lapangan, menyebutkan bahwa kegiatan mencakup satu lokasi pemadaman dan satu lokasi patroli.

 Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan bersama personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Untuk kegiatan pemadaman, tim gabungan melakukan penanganan kebakaran di kawasan Jalan Pendang.

 Proses pemadaman berlangsung mulai pukul 03.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB dengan melibatkan Tim Posko Regu 3 bersama personel TNI.

Berdasarkan dokumentasi kegiatan Tim Posko Tanggap Darurat Bencana (TDB) Regu 3, sebelum melaksanakan pemadaman, petugas terlebih dahulu melakukan safety talk atau pengarahan singkat mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Kegiatan tersebut berlangsung di titik koordinat 1.588891° LS dan 114.781386° BT, dengan arah 160° Selatan serta ketinggian 60,5 meter di wilayah Pendang.

"Dalam mendukung operasi pemadaman, petugas mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana, meliputi satu unit truk Satpol PP, satu unit mobil Hilux berwarna putih yang membawa peralatan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Dalkarhutla), serta satu unit ambulans milik Dinas Kesehatan,"ucapnya.

Sementara itu, sumber air yang digunakan untuk proses pemadaman berasal dari parit di sekitar lokasi kebakaran. 

Ketersediaan sumber air tersebut dimanfaatkan untuk menunjang upaya petugas dalam mengendalikan kobaran api di area terdampak.

Agus  menjelaskan bahwa penanganan difokuskan pada titik api utama dengan tujuan melokalisasi kobaran api agar tidak meluas. 

"Upaya tersebut dilakukan melalui kerja sama tim gabungan yang bertugas di lapangan," pungkasnya.[deni]
Lebih baru Lebih lama