PMR SMK-PP Negeri Kementan Raih 7 Piala di Lomba PMR se-Kalsel

PMR SMK-PP Negeri Kementan Raih 7 Piala di Lomba PMR se-Kalsel

BANJARBARU — Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMK-PPN) Banjarbaru menorehkan prestasi dalam ajang HEROES (Human Education of Red Cross) ke-V, Lomba Palang Merah Remaja (PMR) Tingkat Madya dan Wira se-Kalimantan Selatan Terbuka. 

Dalam kompetisi yang berlangsung pada 16 hingga 18 Oktober 2026 tersebut, delegasi PMR SMK-PP Negeri Banjarbaru berhasil membawa pulang tujuh piala dari sejumlah kategori lomba.

Kompetisi yang diselenggarakan PMR Unit MAN 2 Hulu Sungai Tengah ini berlangsung di MAN 2 Hulu Sungai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan. SMK-PP Negeri Banjarbaru mengirimkan 27 siswa kelas X dan XI tahun ajaran 2026/2027 yang terbagi dalam sembilan tim.

Capaian tersebut menunjukkan semangat, kedisiplinan, dan kerja sama siswa dalam mengembangkan keterampilan kepalangmerahan. Melalui kompetisi ini, siswa juga mengasah kemampuan teknis sekaligus belajar tentang kepedulian sosial, kesiapsiagaan, tanggung jawab, dan kerja sama tim.

Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P., mengatakan bahwa perlombaan ini menjadi sarana bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat pengetahuan tentang kemanusiaan.

“Perlombaan ini menjadi wadah unjuk ketangkasan, pengetahuan kemanusiaan, dan kesiapsiagaan bagi seluruh pelajar tingkat MA/Wira/Madya se-Kalimantan Selatan,” ujarnya.

Berkat persiapan dan latihan intensif, delegasi PMR SMK-PP Negeri Banjarbaru meraih tujuh penghargaan, yakni Juara I dan Juara II Tandu Tutup Mata, Juara I Pendidikan Remaja Sebaya, Juara II dan Juara Harapan II Pertolongan Pertama, Juara III Pentas Seni, serta Juara III Foto Kontes.

Pada kategori Tandu Tutup Mata, tim A yang diperkuat Abdul Ghani dan Aufa Yumna Putri dari kelas XI ATPH A serta Muhammad Fawwaz Nurkholis dari kelas X ATP B berhasil meraih Juara I. Sementara itu, Juara II diraih tim B yang terdiri atas Ridho Ramadan dari kelas X ATP B 2, Vien Agus Tina Tando dari kelas X ATPH, dan Muhammad Ilham Dwi Cahaya.

Prestasi lainnya diraih pada kategori Pendidikan Remaja Sebaya. Tim A yang beranggotakan Anggita Mayla Nafara dan Myriam Berliani Novembrina dari kelas XI ATPH A serta Talita Hasna Humaira Noor dari kelas XI ATPH B berhasil meraih Juara I.

Pada kategori Pertolongan Pertama, tim B yang terdiri atas Nurul Afiah dari kelas X ATPH 2, Dini Ariani dari kelas X ATPH 3, Rossa Dhiva Zhalia dari kelas X ATPH A, dan Tsamara Jihan Nabilla dari kelas X ATP A meraih Juara II.

Sementara itu, Juara Harapan II Pertolongan Pertama diraih tim A yang beranggotakan Indri Rhamadani, Nurul Auliani, dan Istiqomah dari kelas X APHP, serta Lutfhiana Sholekha dari kelas X ATPH.

Dua penghargaan lainnya diraih pada kategori Pentas Seni dan Foto Kontes. Arya Bima Putra dari kelas XI ATP turut mengantarkan delegasi sekolah meraih Juara III pada kedua kategori tersebut.

Capaian ini sejalan dengan upaya Kementerian Pertanian (Kementan) membentuk sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan berdaya saing melalui pendidikan vokasi. Selain membekali siswa dengan keterampilan teknis sesuai bidang keahlian, pendidikan vokasi juga berperan membangun karakter, kedisiplinan, kreativitas, dan kemampuan bekerja sama.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pendidikan vokasi, termasuk SMK-PP, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan), dan Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI), berperan penting dalam menyiapkan SDM untuk mendukung kemajuan pertanian. Penguasaan keterampilan dan kesiapan generasi muda menjadi bagian penting dalam menghadapi perkembangan pertanian modern.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, juga menekankan pentingnya peran generasi muda dalam pembangunan pertanian.

“Kalian semua adalah motor penggerak pertanian di negara yang kita cintai ini, terlepas dari generasi pendahulu kalian yang saat ini sudah menjadi penggerak dan pelopor pembangunan pertanian,” katanya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, menegaskan bahwa lembaga pendidikan vokasi pertanian bertanggung jawab mencetak generasi muda yang kompeten, inovatif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian.

Prestasi siswa SMK-PP Negeri Banjarbaru dalam ajang PMR ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berfokus pada kompetensi keahlian, tetapi juga mendorong pengembangan karakter dan keterampilan sosial. Bekal tersebut diharapkan membentuk generasi muda yang tangguh, peduli terhadap sesama, serta siap berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan pertanian Indonesia.[adv]

Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
Lebih baru Lebih lama