SUPERVISI PENDIDIKAN – Sebanyak 120 pengawas, kepala sekolah, dan guru mengikuti Supervisi Pemetaan Mutu Pendidikan di Aula Disdik Kapuas.| foto : istimewa
KUALA KAPUAS – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kapuas, Kalteng mulai mendorong transformasi administrasi pendidikan berbasis digital. Langkah ini dibarengi dengan pemetaan mutu pendidikan untuk melihat persoalan yang dihadapi sekolah sekaligus menentukan pola pembinaan yang diperlukan.
Transformasi tersebut diluncurkan Kepala Disdik Kapuas H. Suwarno Muriyat saat membuka Supervisi Pemetaan Mutu Pendidikan bagi Korwil Kecamatan Kapuas Murung dan Kapuas Timur di Aula Disdik Kapuas, Senin (19/10/2026).
Sebanyak 120 peserta mengikuti kegiatan itu. Mereka terdiri atas pengawas, kepala sekolah, dan guru dari dua kecamatan.
Kegiatan berlangsung seiring dimulainya penyaluran tambahan Interactive Flat Panel (IFP) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) ke sekolah-sekolah.
Suwarno mengatakan, penggunaan teknologi dalam administrasi pendidikan harus dibarengi perubahan pola pikir dan perilaku. Penggunaannya juga menyangkut etika hingga tanggung jawab terhadap data yang dikelola.
“Transformasi digital harus diikuti perubahan pola pikir dan perilaku. Kita dituntut mampu menggunakan teknologi, bijak bermedia digital, menjaga etika, memverifikasi informasi, serta bertanggung jawab terhadap data yang dikelola,” kata Suwarno.
Menurut dia, penerapan tersebut sejalan dengan program Pendidikan Hebat Kapuas Bersinar (PHKB), khususnya Bijak Bermedia Digital. Guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan didorong menggunakan teknologi secara cerdas, aman, produktif, dan beretika.
Digitalisasi administrasi juga diharapkan membuat koordinasi antarpihak dalam pengelolaan pendidikan lebih tertata. Namun, Suwarno menekankan pemetaan mutu tidak boleh berhenti sebatas kegiatan administratif.
“Pemetaan mutu harus menghasilkan langkah nyata. Kita ingin mengetahui persoalan yang dihadapi sekolah, menentukan solusi, dan memastikan setiap program pembinaan benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar peserta didik,” ujarnya.
Sementara itu, Korwil Kecamatan Kapuas Murung sekaligus Plt. Korwil Kapuas Timur, Bubu, mengatakan sistem digital diarahkan untuk mempermudah pengelolaan dan pengawasan administrasi pembelajaran di sekolah.
“Melalui sistem digital, proses pengelolaan administrasi diharapkan menjadi lebih praktis, terstruktur, dan mudah dipantau. Dengan demikian, kepala sekolah, guru, korwil, dan pengawas dapat lebih mudah memastikan kelengkapan administrasi pembelajaran serta mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing,” kata Bubu.[zulkifli]
Tags
kapuas
