DAPUR KARHUTLA – Bobon Santoso dan Tim Kuali Merah Putih memasak ratusan porsi makanan untuk relawan karhutla di Pulang Pisau.| foto : dokhumas Kodim 1011/Klk
PULANG PISAU – Di tengah perjuangan petugas dan relawan berjibaku menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Bobon Santoso datang membawa “amunisi” berbeda. Kreator konten yang dikenal lewat aksi masak dalam porsi besar itu membuka dapur bersama Tim Kuali Merah Putih di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Jumat (23/10/2026).
Bukan porsi kecil. Ratusan makanan siap saji dimasak untuk dibagikan kepada relawan pemadam hingga warga di wilayah terdampak karhutla.
Dapur mereka dipusatkan di Embung Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren. Sejak pukul 07.00 WIB, Bobon dan tim mulai berjibaku dengan peralatan masak bersama personel Kodim 1011/Kuala Kapuas dan Denbekang.
Begitu matang, makanan langsung dikemas. Sebanyak 100 relawan di lokasi mendapat bagian lebih dulu. Distribusi kemudian bergerak menuju Desa Tanjung Taruna, Kecamatan Jabiren Raya, serta wilayah terdampak lainnya di Pulang Pisau.
Bobon tak berhenti di dapur. Bersama Tim Kuali Merah Putih dan Kodim 1011/Kuala Kapuas, ia ikut turun membawa makanan ke lapangan.
Aktivitas memasak dalam jumlah besar itu ditopang sejumlah perlengkapan. Denbekang menyiapkan tiga tenda serbaguna, satu tenda kerucut, meja, kursi, peralatan memasak, air bersih hingga bahan makanan yang sudah didatangkan sejak subuh.
Tim Kuali Merah Putih turut menyediakan air mineral dan peralatan memasak. Untuk mengantar makanan, Kodim 1011/Kuala Kapuas menyiapkan satu unit truk dari Yon TP dan satu unit Hilux.
Dandim 1011/Kuala Kapuas Letkol Inf Deky Febrianto mengatakan makanan siap saji tersebut menjadi dukungan bagi mereka yang masih berjibaku memadamkan karhutla di lahan gambut.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi dengan Mas Bobon Santoso dan Tim Kuali Merah Putih. Di tengah perjuangan para prajurit, Polri, MPA dan relawan yang berjibaku memadamkan api di lahan gambut, kehadiran makanan siap saji ini menjadi penyemangat moril yang luar biasa,” kata Deky.
Menurut Deky, makanan yang dibawa ke lapangan memiliki arti lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan para relawan.
“Ini bukan sekadar soal makanan, tapi tentang kehadiran, kebersamaan dan pesan bahwa mereka tidak sendiri,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu relawan sekaligus warga yang menghadapi dampak asap karhutla.
“Harapannya, kegiatan ini dapat membantu meringankan beban relawan di lapangan dan masyarakat terdampak asap,” pungkasnya.[zulkifli]
Tags
kabar kalteng
