BANJARMASIN – Bank Kalsel menyatakan kesiapan mendukung konsolidasi delapan Bank Perekonomian Rakyat (BPR) milik pemerintah kabupaten di Kalimantan Selatan. Dukungan tersebut mencakup penyediaan fasilitas kantor pusat di Banjarmasin serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) guna memperkuat kelembagaan dan memperluas akses permodalan bagi masyarakat.
Komitmen itu disampaikan Direktur Utama Bank Kalsel, Fachrudin, setelah penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) konsolidasi BPR milik pemerintah daerah se-Kalsel di Hotel Galaxy, Banjarmasin, Selasa (13/10/2026) malam.
Konsolidasi ini melibatkan BPR milik Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Barito Kuala, Tapin, Kotabaru, dan Tanah Laut.
Fachrudin mengatakan, rencana penggabungan delapan BPR tersebut telah dibahas sejak sekitar dua tahun lalu dan kini dimatangkan bersama Pemerintah Provinsi Kalsel serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurutnya, konsolidasi diharapkan dapat menyehatkan kelembagaan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat koordinasi bisnis agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Bank Kalsel siap memfasilitasi kebutuhan kantor pusat BPR hasil konsolidasi di Banjarmasin. Selain itu, Bank Kalsel akan mendukung peningkatan kompetensi komisaris, direksi, dan pegawai BPR melalui program pelatihan di Aksel University.
Fachrudin menegaskan, penggabungan kelembagaan tidak berarti menghilangkan program pembiayaan yang telah berjalan di masing-masing daerah. Program tersebut tetap dapat disesuaikan dengan visi dan misi kepala daerah serta kebutuhan masyarakat setempat, termasuk pembiayaan berbunga nol persen yang selama ini menjadi salah satu instrumen dukungan bagi pelaku usaha.
Proses konsolidasi ditargetkan memasuki tahap pelaksanaan pada April 2027. Untuk mewujudkannya, penyusunan format kelembagaan dan mekanisme penggabungan akan dilakukan dengan memperhatikan ketentuan OJK agar proses transisi berjalan sesuai regulasi dan keberlangsungan operasional tetap terjaga.
Sementara itu, Gubernur Kalsel, H. Muhidin, mengatakan konsolidasi delapan BPR bertujuan memperkuat layanan permodalan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Melalui kelembagaan yang terintegrasi dengan pusat operasional di Banjarmasin dan jaringan kantor di kabupaten, BPR diharapkan mampu memberikan layanan pembiayaan yang lebih terkoordinasi tanpa mengabaikan kebutuhan setiap daerah.
Fachrudin berharap konsolidasi tersebut membuka peluang sinergi yang saling menguntungkan antara BPR dan Bank Kalsel. Menurutnya, pembagian peran bisnis yang jelas diperlukan agar kedua lembaga dapat saling mendukung dalam memperluas akses layanan keuangan dan pembiayaan produktif bagi masyarakat Kalimantan Selatan.[adv]
Tags
bank kalsel
