Kabut Asap Karhutla Ganggu Udara, Dinkes Kapuas Bagikan Masker Cegah ISPA

Kabut Asap Karhutla Ganggu Udara, Dinkes Kapuas Bagikan Masker Cegah ISPA

KADINKES Kapuas dr Agus Waluyo memimpin langsung aksi bagi–bagi masker kepada pengguna jalan.| foto : istimewa

KUALA KAPUAS – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kapuas turun ke jalan membagikan masker kepada warga di tengah gangguan kualitas udara akibat musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Aksi tersebut digelar Senin 31 Agustus 2026 di Jalan Seroja dan Jalan Tambun Bungai, kawasan Bundaran Raja Bunu, Kuala Kapuas.

Kepala Dinkes Kapuas dr. Agus Waluyo, MM, memimpin langsung pembagian masker. Kegiatan itu melibatkan staf Dinkes, Tim PSC 119 serta Badan Penanggulangan Bencana (Bapena) PPNI Kabupaten Kapuas.

Masker dibagikan kepada pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

“Langkah ini dilakukan untuk mengurangi paparan debu, polusi udara dan asap yang dapat mengganggu saluran pernapasan,” kata Agus, Selasa (1/9/2026).

Agus mengatakan masyarakat perlu lebih waspada ketika kualitas udara memburuk. Aktivitas di luar rumah sebaiknya dikurangi, terutama bagi anak-anak, lansia dan kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

“Jika harus keluar rumah, warga dianjurkan menggunakan masker dan memantau kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) terlebih dahulu,” imbaunya.

Agus mengatakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kapuas masih tinggi. Dalam dua pekan terakhir, Dinkes Kapuas mencatat 2.638 kasus ISPA yang ditangani.

“Dalam dua pekan terakhir, tercatat 2.638 kasus ISPA yang ditangani,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kasus ISPA berjalan seiring dengan meluasnya karhutla. Secara kumulatif, kasus ISPA di Kalimantan Tengah juga telah mencapai puluhan ribu kasus.

Dinkes Kapuas juga menyediakan portal Pemantauan ISPA dan Karhutla yang memuat informasi perkembangan ISPA dan kondisi kualitas udara berdasarkan ISPU. Portal tersebut dapat digunakan masyarakat untuk memantau kondisi udara sebelum beraktivitas di luar rumah.

Agus mengatakan data pemantauan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah pencegahan dan pelayanan kesehatan.

“Kita harapkan ini menjadi bahan evaluasi dan mendorong peningkatan upaya pencegahan serta pelayanan kesehatan di daerah,” ujarnya.

Selain memakai masker dan membatasi aktivitas di luar rumah, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi dan cukup beristirahat.

Warga yang mengalami batuk, pilek atau sesak napas diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. Jangan menunggu keluhan semakin berat.[zulkifli]
Lebih baru Lebih lama