Bukan Sekadar Mengecek, Direktur RSUD Kapuas Dengarkan Cerita Pasien di IGD

Bukan Sekadar Mengecek, Direktur RSUD Kapuas Dengarkan Cerita Pasien di IGD

DIREKTUR RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas dr. Delianae berdialog dengan pasien saat mengevaluasi pelayanan di IGD,| foto : istimewa

KUALA KAPUAS — Ada yang berbeda di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, Selasa (29/9/2026). Direktur rumah sakit, dr. Delianae, turun langsung melihat pelayanan dan berbincang dengan pasien serta keluarga.

Didampingi jajaran pejabat struktural, Delianae mendatangi ruang pelayanan. Ia tidak hanya melihat aktivitas petugas, tetapi juga bertanya langsung kepada pasien dan pendamping tentang pelayanan yang mereka terima.

Pertanyaannya sederhana. Seberapa cepat pasien ditangani? Bagaimana pelayanan dokter dan perawat? Apakah petugas ramah? Bagaimana kebersihan ruang IGD?

Ada pula pertanyaan yang tampak sederhana, tetapi menjadi bagian penting dalam komunikasi pelayanan. Apakah petugas memperkenalkan diri sebelum memberikan pelayanan? Apakah tindakan yang akan dilakukan dijelaskan? Apakah keluarga mendapat informasi mengenai kondisi pasien?

Dari percakapan tersebut, keluarga pasien umumnya menyampaikan pelayanan berjalan cepat. Petugas juga dinilai ramah dan komunikatif.

Namun, tidak semua catatan berakhir dengan pujian. Masih ada sebagian petugas yang belum memperkenalkan diri ketika memberikan pelayanan kepada pasien.

Catatan kecil itu justru menjadi perhatian manajemen.

“Secara umum pelayanan sudah baik, pasien cepat ditangani, petugas juga ramah dan komunikatif. Namun komunikasi efektif seperti memperkenalkan diri kepada pasien perlu terus ditingkatkan,” kata Delianae.

Menurutnya, pelayanan di rumah sakit bukan semata soal seberapa cepat tindakan medis diberikan. Cara petugas berbicara, memberi penjelasan dan memperlakukan pasien juga menjadi bagian dari pelayanan.

“Keramahan, komunikasi dan kepedulian kepada pasien harus menjadi budaya yang dilakukan oleh seluruh petugas,” ujarnya.

Semangat tersebut kemudian dikaitkan dengan moto RSUD Kapuas, “Bajenta dan Pamasi”, yang dimaknai sebagai pelayanan yang ramah dan peduli.

Dari ruang IGD, pembicaraan juga bergeser pada kebutuhan fasilitas. Delianae menyampaikan rencana pengembangan IGD apabila pembangunan Kamar Operasi sesuai standar nantinya mendapat dukungan anggaran.

Ruang OK Cito yang ada saat ini, kata dia, dapat direncanakan untuk mendukung pengembangan IGD.

“Kalau ke depan penganggaran tersedia untuk pembangunan Kamar Operasi sesuai standar, maka ruang OK Cito yang ada dapat kita gunakan untuk pengembangan ruang IGD,” jelasnya.

Pengembangan itu berkaitan dengan kapasitas pelayanan, terutama ketika jumlah pasien yang datang ke IGD meningkat.

Bagi manajemen rumah sakit, turun langsung ke ruang pelayanan memberi gambaran yang berbeda dibanding hanya menerima laporan. Ada respons pasien yang bisa didengar langsung, ada kebiasaan petugas yang bisa dilihat, dan ada hal-hal kecil yang mungkin luput dari laporan rutin.

Dari situ, evaluasi pelayanan dilakukan. Bukan hanya untuk mempertahankan yang sudah berjalan baik, tetapi juga membenahi bagian yang masih perlu diperbaiki.[zulkifli]
Lebih baru Lebih lama