Bank Kalsel Ajak Jurnalis Banua Jaga Kredibilitas di Tengah Disrupsi Teknologi AI

Bank Kalsel Ajak Jurnalis Banua Jaga Kredibilitas di Tengah Disrupsi Teknologi AI

SURABAYA — Bank Kalsel mengajak insan pers di Kalimantan Selatan memperkuat kolaborasi sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi disrupsi Artificial Intelligence alias AI melalui Media Gathering 2026 yang dilangsungkan di Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang diikuti puluhan wartawan, termasuk pimpinan media massa, 2 hingga 4 September 2026 ini menjadi ruang diskusi mengenai masa depan industri media, khususnya tantangan homeless media dan transformasi menuju platform digital.

Media Gathering turut dihadiri Direktur Operasional Bank Kalsel Iwan, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Firmansyah, Kepala Divisi Konsumer Agus Setiawan, serta jajaran manajemen Bank Kalsel.

Mengusung tema “Homeless Media dan Era AI”, acara menghadirkan Redaktur Tempo Mitra Tarigan sebagai narasumber untuk membahas etika, peluang, dan risiko pemanfaatan AI dalam dunia jurnalistik.

Direktur Operasional Bank Kalsel, Iwan mengatakan, kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sinergi yang selama ini terjalin antara Bank Kalsel dan media sebagai mitra pembangunan daerah.

“Media adalah partner strategis Bank Kalsel. Peran rekan-rekan media sangat penting untuk menyampaikan program kerja Bank Kalsel agar senantiasa selaras dengan pembangunan di Kalimantan Selatan,” ujar Iwan.

Ia menilai perkembangan AI perlu disikapi secara bijak agar media konvensional mampu bertransformasi menjadi media multiplatform tanpa mengorbankan independensi dan kredibilitas jurnalistik.

Iwan juga berharap hadirnya regulasi yang dapat memberikan arah bagi perkembangan AI sehingga ekosistem media tetap sehat dan memberikan ruang yang adil bagi media konvensional.

Sementara itu, Mitra Tarigan menjelaskan AI dapat dimanfaatkan untuk membantu transkripsi wawancara, riset awal, hingga brainstorming ide, namun tidak boleh menggantikan proses verifikasi fakta.

“Turun ke lapangan tetap menjadi ruh jurnalistik. AI bisa membantu pekerjaan, tetapi kebenaran hanya dapat dipastikan melalui verifikasi langsung di lokasi kejadian,” tegas Mitra.[mia]
Lebih baru Lebih lama