PARINGIN – Fenomena memprihatinkan menimpa Pasar Paringin, Kabupaten Balangan. Ratusan kios kini kosong dan ditinggalkan pedagang, sementara aktivitas di dalamnya makin sepi hingga disebut kondisi seperti. Sabtu (1/8/2026).
Ketua Komisi II DPRD Balangan, Sri Huriyati, menyoroti persoalan ini. Menurutnya, pergeseran pola belanja masyarakat ke pasar digital dan belanja online menjadi penyebab utama yang harus segera diantisipasi.
“Kita tidak boleh membiarkan pedagang tradisional yang belum mampu beradaptasi tertinggal begitu saja,” ujar Sri Huriyayi.
Ia meminta Pemerintah Daerah lewat UPT Pasar Paringin bertindak nyata. Solusinya berikan pelatihan pemasaran digital, pendampingan pakai media sosial dan marketplace, serta fasilitasi akses internet agar pedagang bisa ikut bersaing.
Tak hanya itu, fisik pasar pun wajib diperbaiki menjadi tempat yang nyaman, bersih, dan aman.
“Pasar tidak cukup hanya tempat jual beli, tapi harus memberi pengalaman berbelanja yang baik supaya warga tetap mau datang,” tegasnya.
Sri menegaskan butir sinergi semua pihak pemerintah, pengelola, hingga pedagang. Mulai dari promosi, festival UMKM, pasar bertema, hingga kebijakan yang memihak pedagang kecil, demi menghidupkan kembali denyut nadi ekonomi rakyat di Pasar Paringin.[mta/adv]
Tags
balangan
