PETUGAS mendinginkan sisa kebakaran lahan di Paringin Selatan. Luas kebakaran tahun ini turun drastis dibanding tahun lalu, namun pengawasan tetap diperketat.| foto : istimewa
PARINGIN – Kabupaten Balangan mencatat penurunan luar biasa dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di tahun 2026. Sampai akhir Juni, luas lahan yang terbakar hanya 11,81 hektare, angka yang sangat kecil jika dibandingkan total 210,60 hektare yang hangus sepanjang tahun lalu turun hampir 94 persen.
Catatan sejarah memperlihatkan betapa drastisnya perubahan ini, dari yang dulu pernah mencapai ribuan hektare bahkan tembus 1.040 hektare di 2023, kini berhasil ditekan hingga tinggal belasan hektare saja.
Kondisi ini membuat Pemerintah Daerah belum perlu mengangkat status siaga darurat bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi, menegaskan penanganan masih sanggup dilakukan kekuatan sendiri.
“Kami belum ajukan bantuan helikopter pengebom air. Situasi masih terkendali dan mampu kami tangani mandiri untuk saat ini,” ujarnya, Selasa (28/7/2026).
Meski angka rendah, mata tak boleh terpejam. Batumandi dan Lampihong menjadi wilayah paling diwaspadai karena berupa tanah gambut yang mudah terbakar.
Posko siaga sudah menyala 24 jam, dan BPBD terus merapatkan barisan bersama Manggala Agni, TNI, Polri, serta relawan terutama mengatasi masalah langkanya sumber air saat api melanda.
Di puncak kemarau ini, pengawasan akan diperketat lagi. Targetnya jelas: menjaga prestasi penurunan angka kebakaran ini agar tidak kembali membara di sisa tahun 2026.[mta/adv]
