Kementan Percepat Tanam Padi, Jaga Swasembada Pangan Nasional

Kementan Percepat Tanam Padi, Jaga Swasembada Pangan Nasional

PALANGKA RAYA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mempercepat gerakan tanam padi guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.. Langkah tersebut dilakukan melalui percepatan penanaman dan optimalisasi lahan di Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, dengan melibatkan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.

Di Kabupaten Pulang Pisau, kegiatan dipusatkan di Kelurahan Bereng, Kecamatan Kahayan Hilir. Hingga Sabtu (11/7/2026), luas tanam telah mencapai lebih dari 1.000 hektare dari total potensi lahan seluas 4.777 hektare.

Gerakan tanam ini merupakan tindak lanjut pemanfaatan lahan hasil Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat agar segera berproduksi. Selain meningkatkan luas tanam, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan indeks pertanaman sehingga produktivitas lahan terus meningkat dan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan strategi penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim.

"Percepatan tanam harus terus dilakukan agar kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi. Seluruh lahan yang telah mendapatkan dukungan program pemerintah harus segera dioptimalkan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan produksi pangan nasional," ujar Amran.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, bersama Wakil Bupati Pulang Pisau, Ahmad Jayadikarta.

Kehadiran pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan seluruh program dan bantuan pertanian berjalan efektif hingga tingkat lapangan.

Wakil Bupati Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta menegaskan bahwa keberhasilan program swasembada pangan sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak, terutama para penyuluh pertanian.

"Peran penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian sangat penting. Sinergi pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar target kedaulatan pangan dapat tercapai," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah, penyuluh, dan petani yang terus mendorong percepatan tanam di Kalimantan Tengah.

"Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama. Saya berharap dukungan pemerintah yang diiringi kerja keras seluruh pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga penyuluh dan petani, dapat semakin mempercepat realisasi tanam di seluruh wilayah," katanya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Mohammad Amin, menyampaikan bahwa Gerakan Tanam Serempak merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional.

"Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari bertambahnya luas tanam, tetapi juga dari kesiapan sumber daya manusia yang mengawal pelaksanaannya di lapangan sehingga seluruh program dapat berjalan optimal," ujarnya.

Selain di Pulang Pisau, percepatan tanam juga dilaksanakan di Kelurahan Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas. Hingga 11 Juli 2026, realisasi tanam telah mencapai 2 hektare dari target Program Optimalisasi Lahan seluas 75 hektare.

Kementerian Pertanian menargetkan percepatan tanam di berbagai daerah terus berlangsung secara berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan produksi padi nasional dan memperkuat ketahanan pangan menuju terwujudnya swasembada pangan.[adv]

Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
Lebih baru Lebih lama