KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) penertiban pedagang Pasar Jalan Mawar guna merespons laporan teknis terkait indikasi pelanggaran ketertiban umum dan dugaan praktik pungutan liar (pungli) fasilitas publik.
Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, di Ruang Rapat Sekda Kapuas pada Rabu (3/3/2026) pagi.
Langkah tegas ini diambil setelah Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kapuas, Teras, mengungkap adanya penyalahgunaan peruntukan lahan parkir publik oleh oknum tertentu. Ruang parkir tersebut diduga disewakan secara ilegal kepada pedagang dengan tarif fantastis, berkisar antara Rp400.000 per hari hingga Rp1.000.000 per bulan. Kondisi ini diperparah oleh maraknya pedagang yang berjualan di bahu Jalan Mawar dan Jalan Anggrek, sehingga memicu kemacetan lalu lintas yang parah di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kapuas, Apendi, melaporkan bahwa pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas yang memadai.
Saat ini, tercatat ada 13 unit kios kosong di Pasar Blok R.A dan Blok R.B, serta sejumlah lapak ikan yang siap ditempati secara resmi oleh para pedagang.
Merespons situasi tersebut, Sekda Usis I. Sangkai memberikan instruksi tegas kepada DPPKUKM selaku leading sektor untuk segera merumuskan langkah penanganan yang komprehensif, terukur, dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah berkomitmen agar persoalan penataan ini tidak kembali berulang pasca-penertiban oleh Satpol PP.
"Saya instruksikan kepada dinas terkait untuk segera melakukan studi kaji tiru ke Pemerintah Kota Palangka Raya atau Pemerintah Kota Banjarmasin yang dinilai telah sukses memiliki formula efektif dalam mengelola pasar tradisional," tegas Usis I. Sangkai.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Kapuas juga merencanakan penataan ulang mengenai pemberlakuan jam operasional berjualan secara ketat. Langkah ini diambil demi mengembalikan fungsi jalan publik serta memaksimalkan pemanfaatan fasilitas pasar resmi yang masih kosong.
Agenda penting ini turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kapuas, Kusmiatie, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.[zulkifli]
