BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin menemui dan berdialog langsung dengan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kalimantan Selatan dalam aksi penyampaian pendapat di halaman Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, Jumat (5/6/2026).
Dalam dialog yang berlangsung terbuka dan kondusif, Gubernur didampingi Pelaksana Harian Sekdaprov Kalsel Subhan Noor Yaumil serta jajaran kepala SKPD. Pemerintah provinsi menyimak berbagai aspirasi yang disampaikan mahasiswa.
Sejumlah isu menjadi sorotan dalam aksi tersebut, di antaranya pemerataan pendidikan dan layanan kesehatan, pengelolaan lingkungan hidup dan sektor pertambangan, penguatan ekonomi daerah, serta transparansi dan akuntabilitas anggaran.
Gubernur Muhidin menilai aspirasi mahasiswa merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah yang patut diapresiasi. Ia menegaskan, kritik dan masukan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi kebijakan pemerintah.
“Kami menghargai kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan daerah. Aspirasi yang disampaikan menjadi masukan bagi pemerintah untuk terus melakukan perbaikan,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terbuka terhadap kritik, saran, dan masukan dari berbagai kalangan. Kritik yang disampaikan secara konstruktif dinilai dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dari kritik dan masukan, kita mengetahui apa yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan. Ini menjadi bahan evaluasi agar pelayanan semakin baik,” katanya.
Ia menambahkan, komitmen tersebut sejalan dengan semangat “Bekerja Bersama, Merangkul Semua” yang diusung pemerintah daerah. Karena itu, ruang dialog dengan mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat akan terus dibuka.
Melalui dialog tersebut, Gubernur berharap komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa dapat terus terjalin dengan baik. Ia juga menilai perbedaan pandangan dalam demokrasi merupakan hal wajar yang dapat menjadi energi positif dalam mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.[adv]
Tags
pemprov kalsel
