BANJARBARU – Komitmen Kementerian Pertanian dalam mencetak generasi muda di sektor pertanian terus diperkuat melalui pendidikan vokasi. Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan активно mendorong keterlibatan pemuda dalam dunia usaha tani, sejalan dengan target program cetak 2,5 juta petani milenial.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan strategis membutuhkan dukungan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul dan berasal dari usia produktif.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pendidikan vokasi dalam mencetak tenaga kerja yang terampil, profesional, dan siap menghadapi kebutuhan industri pertanian modern.
“SMK-PP memiliki peran strategis dalam membangun generasi muda yang kompeten di bidang pertanian. Proses evaluasi pembelajaran menjadi bagian penting untuk memastikan lulusan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri sekaligus mampu menjadi wirausaha pertanian,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, bahwa penguatan SDM menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan sektor pertanian. Lembaga pendidikan vokasi seperti SMK-PP diharapkan mampu melahirkan generasi yang inovatif, adaptif, dan siap terjun langsung ke dunia kerja.
SMK-PP Negeri Banjarbaru secara resmi, Senin (4/5/2026), mengumumkan kelulusan siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026. Pengumuman disampaikan oleh manajemen sekolah melalui rapat dewan guru yang digelar di aula kampus.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Airin Nurmarita, menyampaikan bahwa seluruh siswa dinyatakan lulus.
“Berdasarkan hasil rapat dewan guru bersama kepala sekolah, seluruh siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 dinyatakan lulus 100%,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para lulusan tetap menjaga komunikasi dengan sekolah sebagai bagian dari jejaring informasi dan pengembangan ke depan.
Sementara itu, Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P., mengingatkan pentingnya perencanaan masa depan bagi para lulusan agar tetap produktif di usia muda.
“Kami berharap para lulusan dapat menyusun rencana ke depan, baik melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun berwirausaha di bidang pertanian. Kompetensi yang diperoleh di sekolah harus dapat dimanfaatkan secara nyata,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kebersamaan serta menghargai peran guru dan lingkungan sekolah dalam perjalanan pendidikan mereka.
Sebanyak 82 siswa dinyatakan lulus, yang terdiri dari tiga kompetensi keahlian, yaitu 32 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 29 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), serta 21 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
Kelulusan 100% ini menjadi bukti nyata keberhasilan SMK-PP Negeri Banjarbaru dalam mencetak SDM pertanian yang siap bersaing, sekaligus mendukung regenerasi petani menuju pertanian modern dan berkelanjutan.[adv]
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
