SUASANA Ngopi Bareng Bupati Kapuas HM Wiyatno dan jajaran bersama Insan Pers Kapuas.| foto : zulkifli
KUALA KAPUAS – Bupati Kapuas, H.Muhammad Wiyatno, menggelar kegiatan "Ngopi Bareng" bersama puluhan jurnalis dari berbagai organisasi media di sebuah kafe di kawasan Jalan Jawa, Kecamatan Selat, Senin malam (4/5/2026).
Pertemuan informal ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi tanpa sekat antara eksekutif dan awak media terkait arah pembangunan daerah.
Hadir mendampingi Bupati, Sekda Kapuas Usis I. Sangkai, Kadis PUPR Hargatin, Kadishub Teras, serta perwakilan Diskominfosantik Iwan Fahruji.
Dalam suasana santai tersebut, diskusi mengalir ringan namun substantif, mencakup berbagai isu strategis pembangunan di Kabupaten Kapuas.
Bupati Wiyatno menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kapuas saat ini tengah memprioritaskan percepatan infrastruktur melalui visi “Kapuas Bersinar”. Fokus utamanya adalah memastikan konektivitas jalan di 17 kecamatan dan 231 desa.
“Pembangunan infrastruktur yang dimulai sejak 2025 kami targetkan sudah terkoneksi dan fungsional secara menyeluruh pada 2028,” ujar Wiyatno di hadapan para jurnalis.
Wiyatno yang juga mantan Ketua DPRD Provinsi Kalteng ini memaparkan progres jalan strategis jalur Basarang–Batanjung sepanjang 54,6 kilometer yang kini sebagian besar badan jalannya telah terbuka guna memperlancar distribusi logistik.
Langkah Bupati yang membuka diri melalui forum non-formal ini mendapat apresiasi tinggi dari para insan pers. Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kapuas, Sri Hayati, menilai inisiatif ini sebagai bentuk kemitraan yang sehat dan konstruktif.
“Kami berterima kasih atas keterbukaan Bapak Bupati. Forum seperti ini sangat positif karena mampu mencairkan sekat komunikasi, sehingga diskusi berlangsung lebih jujur dan produktif,” kata Sri Hayati.
Ia menambahkan, keterbukaan informasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam membangun komunikasi publik yang transparan dan akuntabel.
Pihak media berharap agenda serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan sebagai sarana menyamakan persepsi dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat luas.[zulkifli]
