BANJARBARU – Komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang unggul dan adaptif terus menunjukkan hasil nyata. Melalui penguatan pendidikan vokasi, generasi muda tak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga didorong untuk kreatif, inovatif, dan berkarakter.
Hal tersebut tercermin dari capaian membanggakan SMK-PP Negeri Banjarbaru yang sukses mencuri perhatian dalam debut perdananya di ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SMK se-Kota Banjarbaru 2026.
Digelar di SMKN 1 Banjarbaru pada Kamis (30/4/2026), ajang ini menjadi panggung bagi puluhan siswa untuk menampilkan kreativitas terbaiknya melalui berbagai cabang lomba, mulai dari desain poster, film pendek, cerpen, tari kreasi, fotografi, hingga komik digital.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa pendidikan vokasi menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda pertanian yang modern dan berdaya saing global. Menurutnya, sektor pertanian saat ini membutuhkan SDM yang tidak hanya terampil, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Sejalan dengan itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menekankan bahwa generasi milenial dan Gen Z akan menjadi aktor utama dalam transformasi pertanian nasional.
“Generasi muda adalah motor penggerak pertanian masa depan. Kreativitas dan inovasi mereka menjadi kunci dalam menjawab tantangan sektor ini,” ujarnya.
Dengan mengusung tema “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Budaya”, FLS3N 2026 menjadi wadah strategis untuk membangun karakter sekaligus menggali potensi siswa.
Dari total 45 peserta yang berkompetisi, SMK-PP Negeri Banjarbaru berhasil menorehkan prestasi membanggakan. Tim PMR sukses membawa pulang sejumlah penghargaan, di antaranya:
Juara 2 Fotografi (Nur Haya A.F), Juara 2 Menyanyi Solo (Durrabida Zahra P), Juara 2 Tari Kreasi (Fana Julia S. dan Khaylia Cahya S) dan Juara 3 Menyanyi Solo (Mirza Farelka M)
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri A.P., menyebut capaian ini sebagai bukti bahwa siswa vokasi pertanian mampu bersaing tidak hanya di bidang akademik dan teknis, tetapi juga dalam kreativitas seni.
“Ini menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan diri siswa bahwa mereka mampu tampil dan berprestasi di berbagai bidang,” ujarnya.
Keikutsertaan perdana yang langsung berbuah prestasi ini sekaligus mempertegas peran SMK-PP Negeri Banjarbaru sebagai lembaga pendidikan vokasi yang tidak hanya mencetak calon petani milenial, tetapi juga generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.[adv]
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
