BANJARBARU – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat regenerasi petani melalui pendidikan vokasi. Salah satu langkah nyata dilakukan melalui Sekolah Menengah Kejuruan Pembangunan Pertanian (SMK-PP) Negeri Banjarbaru yang kembali meluluskan generasi muda pertanian siap kerja, siap usaha, dan siap melanjutkan pendidikan tinggi.
Upaya ini sejalan dengan program Kementan melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) dalam mencetak 2,5 juta petani milenial guna mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan nasional membutuhkan dukungan sumber daya manusia pertanian yang unggul dan berasal dari generasi muda produktif.
Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Idha Widi Arsanti, menyampaikan bahwa pendidikan vokasi pertanian memiliki peran penting dalam mencetak petani milenial yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi.
Komitmen tersebut kembali diwujudkan SMK-PP Negeri Banjarbaru melalui kegiatan pengukuhan dan pelepasan 82 siswa kelas XII Tahun Pelajaran 2025/2026 yang dinyatakan lulus 100 persen. Kegiatan berlangsung di halaman kampus SMK-PP Negeri Banjarbaru, Selasa (12/5/2026).
Sebanyak 82 lulusan tersebut terdiri atas 32 siswa Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP), 29 siswa Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH), serta 21 siswa Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).
Acara turut dihadiri Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan, perwakilan Pemerintah Kota Banjarbaru, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan, UPT Kementan lingkup Kalimantan Selatan, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), penerima manfaat Program YESS, alumni, serta mitra kerja lainnya.
Kepala SMK-PP Negeri Banjarbaru, Angga Tri Aditia Permana, menyampaikan rasa bangga atas capaian para siswa yang tidak hanya lulus secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi profesional di bidang pertanian.
“Hari ini kami mengukuhkan dan melepas 82 siswa yang telah menyelesaikan pendidikan dengan baik. Mereka tidak hanya dibekali ijazah, tetapi juga sertifikat kompetensi profesi bidang pertanian sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun dunia usaha,” ujarnya.
Angga menambahkan, lulusan tahun ini juga mencatat berbagai prestasi lanjutan pendidikan dan penyerapan kerja. Sebanyak 13 siswa diterima melalui jalur SNBT, 3 siswa diterima di Polbangtan Bogor, 2 siswa di PEPI Serpong, 3 siswa di Polbangtan Malang, dan 9 siswa di Polbangtan Yogyakarta Magelang. Selain itu, enam siswa telah diterima bekerja di perusahaan sektor pertanian.
“Kami berharap para lulusan mampu terus mengembangkan kompetensi, menjadi job creator maupun job seeker, serta mengambil peran dalam pembangunan pertanian Indonesia,” tambahnya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP Kementan, Muhammad Amin, menegaskan bahwa generasi muda memegang peranan strategis dalam pembangunan pertanian masa depan.
“Pelepasan dan pengukuhan ini merupakan bagian dari strategi Kementan dalam menunjukkan kepada para stakeholder bahwa pendidikan vokasi pertanian mampu mencetak SDM pertanian yang andal, profesional, dan berdaya saing untuk mendukung swasembada pangan,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, sekolah juga memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi terbaik dari masing-masing kompetensi keahlian. Queensha Rizqita Azzahra menjadi lulusan terbaik ATPH, Muhammad Ridho Rizky Akbari terbaik ATP, dan Naodya terbaik APHP.
Tak hanya itu, SMK-PP Negeri Banjarbaru juga memperkuat kolaborasi dengan dunia kerja melalui penandatanganan kerja sama bersama enam mitra strategis, yakni Crop Fresh Banjarbaru, CV Jaya Mandiri, Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Badan Narkotika Nasional Kota Banjarbaru, Stasiun Klimatologi Kelas I Kalimantan Selatan, serta CV Jaya Mandiri Bakti.
Kegiatan pelepasan turut dimeriahkan dengan pameran produk hasil karya siswa dari masing-masing kompetensi keahlian, produk penerima manfaat Program YESS, pameran alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga penampilan ekstrakurikuler siswa yang menunjukkan kreativitas dan keterampilan generasi muda pertanian masa kini.[adv]
Tim Ekpos SMKPPN Banjarbaru
