Reses DPRD Ungkap Kekurangan Tenaga Kesehatan di Pustu, Haji Alex Desak Evaluasi Layanan Publik

Reses DPRD Ungkap Kekurangan Tenaga Kesehatan di Pustu, Haji Alex Desak Evaluasi Layanan Publik

BUNTOK – Permasalahan pelayanan kesehatan di wilayah pedesaan Kabupaten Barito Selatan (Barsel) kembali mencuat. Hal ini terungkap dari hasil reses anggota DPRD Barsel, Raden Sudarto, yang akrab disapa H. Alex.

Ia menyampaikan, salah satu keluhan utama masyarakat adalah kekurangan tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu (Pustu). Kondisi tersebut menyebabkan operasional pustu tidak berjalan maksimal, bahkan kerap buka tutup tanpa kepastian.

Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan keterbatasan obat-obatan. Distribusi obat dinilai masih lambat sehingga kebutuhan pelayanan kesehatan dasar belum terpenuhi secara optimal.

Pernyataan tersebut disampaikan H. Alex kepada awak media di Kantor DPRD Barsel, beberapa waktu lalu. Ia menegaskan, reses merupakan sarana penting untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperjuangkannya dalam kebijakan pemerintah.

Menurut politisi PDI Perjuangan tersebut, berbagai keluhan yang disampaikan menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di desa, khususnya wilayah terpencil, masih jauh dari harapan. Bahkan, terdapat pustu yang tidak memiliki tenaga medis tetap.

“Di salah satu desa yang kami kunjungi, warga mengeluhkan tenaga kesehatan yang sering tidak berada di tempat, sehingga menyulitkan masyarakat saat membutuhkan pelayanan,” ujarnya.

Untuk itu, ia meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Selatan segera melakukan evaluasi dan pembenahan, khususnya terkait pemerataan tenaga medis hingga ke pelosok desa.

Ia menekankan pentingnya keberadaan tenaga kesehatan, seperti perawat dan bidan, di setiap pustu. Selain itu, ia juga mendorong dilakukan inventarisasi menyeluruh terhadap kebutuhan tenaga medis dan ketersediaan obat-obatan di setiap desa.

DPRD berharap aspirasi masyarakat ini dapat menjadi perhatian serius pemerintah daerah guna meningkatkan kualitas layanan kesehatan secara menyeluruh.[deni]
Lebih baru Lebih lama